Kriminologi konvensional lebih banyak mencari sebab musabab terjadinya kejahatan pada pihak pelaku kejahatan, tidak atau kurang memperhatikan pihak-pihak lain yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam kejahatan, tulis Arif Gosita. Ketidak seimbangan pengamatan ini kurang menguntungkan usaha penanggulangan kejahatan. Padahal, untuk maksud itu harus pula diperhatikan dan dipahami pihak-pihak korban kejahatan. Karena pada nyatanya, pihak kurban pun dapat ikut secara langsung atau tidak langsung dalam peristiwa kejahatan, dan menjadi pelaku aktif, atau bekerjasama dengan pelaku utama.