Silang pendapat tentang teologi pembebasan masih terus berlangsung. Tetapi menurut Th. Sumartana teologi pembebasan harus dipahami sebagai suatu teologi situasional, yang bekerja di dalam batas-batas sosial tertentu. Teologi pembebasan adalah suatu perumusan sikap yang tegas memihak kepada mereka yang miskin dan tertindas di bawah suatu penindasan dan kekerasan struktural yang terlembaga. Karena itu dalam teologi semacam ini tidak terpisahkan antara aksi dan refleksi yang memberi perspektif baru tentang dunia, manusia, dan karena itu teologi tersebut lebih merupakan bahasa yang membakar semangat.