Pengantar
Banyak peristiwa penting terjadi di bidang ekonomi, sejak sebelum merdeka, masa kemerdekaan (masa Orde Lama) dan Orde Baru sekarang ini. Akan tetapi apakah setiap peristiwa itu membawa perubahan mendasar bagi tata perekonomian kita? Pada awal kemerdekaan perubahan nampak begitu revolusioner, seakan-akan ada perombakan besar-besaran, misalnya peristiwa nasionalisasi modal-modal Belanda tahun 1957. Perombakan tatanan perekonomian dalam masa Orde Baru berhasil melenyapkan segala keburukan praktek ekonomi Orde Lama. Tetapi apakah semuanya mencerminkan perubahan dasar-dasar perekonomian kita secara fundamental?
Profesor Sarbini Sumawinata (65 tahun) yang dikenal sebagai pemikir di bidang ekonomi sejak sebelum kemerdekaan sampai pada awal pemerintahan Orde Baru mencoba melacak latar belakang historis bagi peristiwa-peristiwa ekonomi ini. Ia adalah Guru Besar Luar Biasa dalam Ilmu Ekonomi pada Universitas Indonesia, di Jakarta. Jenjang pendidikannya mulai dari A.M.S.—B di Yogyakarta (1936-1939), Technische Hogeschool (TH) di Bandung (1939-1942), dan kemudian sampai candidaat Werktingkunde Ingenieur dari STT Yogyakarta. Pada tahun 1951 belajar di Centraal Plaubureu Negeri Belanda di bawah pimpinan Profesor Tinbergen, kemudian ikut studi bersama ahli-ahli Bank Dunia—International Monetary (IMF) dan Departement of Agriculture di Washington DC, Amerika Serikat (1952-1953). Gelar kesarjanaan dalam ilmu ekonomi diperolehnya dari Harvard University, Cambridge Massachussetts, tahun 1954. Pernah menjadi Kepala Cabang Badan Industri Negara (1946), Staf Direktorat Planning Kementerian Perekonomian (1950-1951), kemudian selama 10 tahun menjabat sebagai Kepala Biro Pusat Statistik. Tahun 1967 menjadi Ketua Tim Ahli Politik pada Staf Pribadi Presiden Soeharto. Berbagai kertas karya pemikiran-pemikiran tentang pembangunan Indonesia telah ditulisnya, seperti “Tentang Repelita I” (1968, “Faktor-faktor Non-Ekonomi dalam Pembangunan” 1969) dan “Kepemimpinan dalam Pembangunan” (1970). Redaksi.
