Menurunnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tingkat rata-rata 7-8 persen setahun selama dasawarsa 1970-an menjadi 2,2 persen pada tahun 1982 yang lalu merupakan dampak langsung dari resesi ekonomi dunia. Nilai ekspor migas dan non migas merosot drastis sehingga menurunkan jumlah tabungan dan investasi domestik. Untuk mempertahankan momentum pembangunan dan meningkatkan kembali laju pertumbuhan ekonomi, menurut Anwar Nasution, sangat tergantung pada usaha pemerintah meningkatkan mobilisasi tabungan domestik melalui perbankan dan perpajakan.