Globalisasi Produksi, Pengusaha Nasional dan Deregulasi Ekonomi
Deregulasi ekonomi yang dijalankan pemerintah Indonesia dalam tahun-tahun terakhir ini, sebagian besar merupakan respon terhadap situasi ekonomi-politik internasional. Ini antara
Deregulasi ekonomi yang dijalankan pemerintah Indonesia dalam tahun-tahun terakhir ini, sebagian besar merupakan respon terhadap situasi ekonomi-politik internasional. Ini antara
Catatan atas Pakto 27 dan Penyempurnaannya Tulisan ini pada intinya berisikan analisis ekonomi teoretis terhadap Paket Deregulasi 27 Oktober 1988,
Untuk keberhasilan growth-cum-debt strategy, diperlukan peningkatan ekspor yang cukup untuk membayar hutang luarnegeri, kenaikan penerimaan pemerintah dari pajak, adanya cadangan
Dalam jangka pendek perubahan kurs Yen dan DM merugikan posisi neraca pembayaran Indonesia, karena sebagian besar penerimaan kita dari komoditi
Terhambatnya peningkatan ekspor, pelarian modal nasional ke luar negeri, dan kurang tertariknya modal asing berusaha di Indonesia, akan menambah sulit
Hingga kini belum ada tanda-tanda bagaimana caranya Amerika Serikat menutup defisit anggaran belanjanya — yang sampai akhir dasawarsa ini diperkirakan
Tingkat suku bunga pinjaman dari bank-bank pemerintah, swasta nasional dan asing makin tinggi, setelah liberalisasi perbankan 1 Juni 1983, sehingga
Sampai menginjak Pelita IV sekarang tidak terjadi perubahan struktur APBN. Sebagaimana pada APBN sebelumnya, defisit komponen anggaran dalam negeri—dalam mata
Menurunnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tingkat rata-rata 7-8 persen setahun selama dasawarsa 1970-an menjadi 2,2 persen pada tahun 1982
Resesi memiliki pengaruh yang tidak kecil terhadap ekonomi dalam negeri. Penerimaan negara semakin turun dan untuk menutup penerimaan yang mengecil