Prisma

Perubahan Kurs Mata Uang Konvertibel Sejak September 1985

Dalam jangka pendek perubahan kurs Yen dan DM merugikan posisi neraca pembayaran Indonesia, karena sebagian besar penerimaan kita dari komoditi ekspor dalam dollar AS yang melemah. Ini menyebabkan membengkaknya kewajiban membayar hutang luar negeri, dan defisit neraca pembayaran menyebabkan orang kurang percaya pada rupiah sehingga berspekulasi membeli mata uang asing.

MENJELANG Sidang Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Seoul, menteri Keuangan dan para gubernur bank sentral lima negara industri maju bertemu di Hotel Park Plaza di New York, September 1985, untuk membicarakan bagaimana caranya mengoreksi ketidakseimbangan neraca pembayaran luar negeri mereka. Hal yang sangat menonjol adalah bagaimana caranya untuk mengoreksi defisit neraca pembayaran Amerika Serikat yang makin membengkak, sedangkan neraca pembayaran Jepang dan Jerman Barat terus-menerus mengalami surplus yang cukup besar sejak beberapa tahun belakangan ini.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan