Pergerakan Islam di Indonesia sempat mengguncang pemerintahan kolonial Belanda pada permulaan abad 20. Memecah kekuatan ini, Belanda mendirikan banyak sekolah, dan lebih menyebarluaskan kebudayaan barat. Kyai Haji Hasyim Asy’ari, menurut Zamakhsyari Dhofier, berhasil menghimpun kekuatan Islam tradisional, dan mengembangkan pesantren untuk meningkatkan pendidikan di kalangan Islam yang mengimbangi kekuatan Islam moderen yang dipengaruhi kebudayaan barat. Buah pikiran Hasyim masih terus menggema, dan pengaruh Islam tradisional pun masih terasa hingga sekarang, sebagai warisan untuk generasi berikutnya.
