Sampai menginjak Pelita IV sekarang tidak terjadi perubahan struktur APBN. Sebagaimana pada APBN sebelumnya, defisit komponen anggaran dalam negeri—dalam mata uang rupiah—akan dibelanjai dengan surplus pada komponen anggaran luar negeri—dalam mata uang asing, pada gilirannya dapat menambah jumlah uang beredar, bila devisa tadi dibeli oleh perbankan dengan menciptakan uang giral. Selain itu, menurut Anwar Nasution, pernyataan bahwa RAPBN 1984/85 naik 24,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya tidaklah tepat, karena tolok-ukurnya tidak realistis lagi. Devaluasi 30 Maret 1983 telah mengubah jumlah penerimaan dan pengeluaran negara yang mengandung devisa.
* Perbaikan atas makalah yang disampaikan oleh penulis dalam Panel Diskusi Harian Sinar Harapan di Jakarta pada tanggal 17-18 Januari 1984. Artikel ini serta makalah-makalah lain dalam diskusi tersebut akan diterbitkan dalam bentuk buku oleh Pustaka Sinar Harapan.