Wahid Hasyim—pemimpin NU, tahun 1940-an—di karuniai Tuhan kecerdasan luar biasa. Tampaknya, tulis Zamakhsyari Dhofier, Wahid Hasyim merasa bertanggung jawab mencari ruang gerak buat mengembangkan karier politik tokoh muda NU dan berusaha mempersatukan semua organisasi Islam—tapi dia meninggal dalam usia muda. Kariernya dimulai dari pesantren. Keterlibatannya dalam pergerakan ke arah peradaban Indonesia moderen, menempatkannya dalam jajaran pemimpin kebangsaan dan tercatat sebagai salah seorang arsitek politik
