Prisma

Tokoh: KH.A. Wahid Hasyim Rantai Penghubung Peradaban Pesantren dengan Peradaban Indonesia Moderen

Wahid Hasyim—pemimpin NU, tahun 1940-an—di karuniai Tuhan kecerdasan luar biasa. Tampaknya, tulis Zamakhsyari Dhofier, Wahid Hasyim merasa bertanggung jawab mencari ruang gerak buat mengembangkan karier politik tokoh muda NU dan berusaha mempersatukan semua organisasi Islam—tapi dia meninggal dalam usia muda. Kariernya dimulai dari pesantren. Keterlibatannya dalam pergerakan ke arah peradaban Indonesia moderen, menempatkannya dalam jajaran pemimpin kebangsaan dan tercatat sebagai salah seorang arsitek politik

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan