Berbagai pendekatan substitutif ditampilkan untuk menghilangkan ketergantungan terlalu tinggi pada ideologi di Dunia Ketiga, setelah peranan ideologi itu merosot selama dua dasawarsa. Tapi menurut Abdurrahman Wahid, yang muncul selanjutnya di hampir semua negeri sedang berkembang, bukanlah matinya ideologi, melainkan timbulnya reideologisasi dan retradisionalisasi yang kuat. Ada dua kecenderungan yang tampak. Yang satu, menampilkan semacam ideologi alternatif yang diambil dari berbagai sumber. Yang lain muncul dalam bentuk yang sangat kultural, ketika serangkaian nilai disusun untuk membentuk ideologi yang lengkap dan utuh.