Islam dan Militerisme dalam Lintasan Sejarah
Islam dan militer hampir-hampir tidak dapat dipisahkan sejak pada permulaan sejarahnya. Perkembangan itu mulai dengan adanya bala tentara dalam bentuk-bentuk
Islam dan militer hampir-hampir tidak dapat dipisahkan sejak pada permulaan sejarahnya. Perkembangan itu mulai dengan adanya bala tentara dalam bentuk-bentuk
Hubungan agama dengan ideologi negara menjadi perhatian para pemikir dari zaman ke zaman. Dalam tulisan ini, Abdurrahman Wahid melihat bahwa
I Untuk berterus-terang, masalah hak-hak asasi manusia semakin lama semakin menjemukan untuk diperbincangkan di negara-negara sedang berkembang. Kenyataan yang ada
I Dalam filsafat telah lama diterima ajaran tentang satu-satunya hukum tetap yang berlaku dalam kehidupan: tidak adanya ketetapan itu sendiri.
Judul artikel ini semula ditetapkan: “Pergeseran Nilai-nilai Agama di Pedesaan Jawa Timur.” Judul tersebut sepintas lalu merupakan rumusan yang sangat
1 Sebenarnya tidaklah tepat untuk membatasi pengertian tentang mesianisme dalam Islam hanya pada Mahdiisme belaka. Tetapi keterbatasan ruang menghendaki pembatasan
Pada waktu akan membuka sebuah lorong bisnis utama di Kairo dan melebarkannya dengan menggusur sebuah deretan bangunan di tepinya, raja-muda
Berbagai pendekatan substitutif ditampilkan untuk menghilangkan ketergantungan terlalu tinggi pada ideologi di Dunia Ketiga, setelah peranan ideologi itu merosot selama
Ajaran Islam, sebagai komponen pembentuk dan pengisi kehidupan bermasyarakat seharusnya diarahkan sebagai faktor komplementer, bukannya faktor tandingan yang disintegratif. Kesadaran
Karena mengeluarkan keputusan yang akomodatif terhadap kepentingan pemerintah, NU sering dicap oportunis sehingga menjadi “casus belli” perbedaan tajam dalam strategi
Sisi Lain Motif Keagamaan di Kalangan Gerakan Masyarakat Gerakan keagamaan dulu selalu diidentikkan dengan gerakan yang sifatnya reformis. Karena itu
* Diolah dari makalah yang disampaikan pada Seminar Orientasi Sosial Budaya yang diselenggarakan atas kerjasama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
* Penulis menyampaikan terima kasihnya kepada dua sahabat, Dr. Taufik Abdullah dan Dr. Zam Dhofier, atas saran-saran mereka dalam mempersiapkan