Prisma

Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia Dewasa Ini

Karena mengeluarkan keputusan yang akomodatif terhadap kepentingan pemerintah, NU sering dicap oportunis sehingga menjadi “casus belli” perbedaan tajam dalam strategi perjuangan berbagai gerakan Islam di Indonesia. Tetapi menurut Abdurrahman Wahid, pedoman NU bukanlah strategi perjuangan politik atau ideologi Islam secara abstrak, melainkan keabsahan di mata hukum fiqh. Dengan hukum fiqh, NU mampu menyesuaikan diri terhadap tuntutan negara moderen. Setelah penerimaan Pancasila, perlu dilanjutkan langkah pengintegrasian “perjuangan Islam” ke dalam “perjuangan nasional” pada konteks demokratisasi jangka panjang.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan