Prisma

Retradisionalisasi dalam Kebudayaan

Dalam situasi disequilibrium sosial-budaya, senantiasa tampak kecenderungan untuk mencari pegangan pada tradisi. D.A. Peransi menulis, biasanya pegangan itu dirumuskan dengan terminologi baru, tetapi dengan konotasi tradisional. Di Indonesia, misalnya konflik yang timbul, senantiasa diatasi dengan konsep sentral yang telah membudaya. Pengertian-pengertian baru pun muncul: kesatuan dan persatuan, manunggaling Kawula Gusti, manunggalnya APRI-Rakyat, dan sebagainya. Ini menunjukkan adanya kepercayaan bahwa sesuatu yang menunggal merupakan nilai yang lebih baik. Kepercayaan bahwa hanya ada satu sumber kekuasaan yang tidak berubah, masih berlaku hingga sekarang.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan