Prisma

Pengantar Redaksi

ADA yang berubah pada Prisma bulan lalu. Dalam edisi November 1986 itu, Anda tidak lagi menemukan rubrik “Topik Kita”, muncul rubrik “Pengantar Redaksi” dan hadir pula rubrik lain, bernama “Esei Kita”. Prisma memasuki tahun 1987 dengan beberapa perubahan yang dimaksudkan sebagai perbaikan.

“Esei Kita” kami sajikan sebagai pengganti “Topik Kita” — esei pendek dengan tema yang senantiasa terkait dengan tema edisi — yang selalu ditulis oleh redaksi. Tema “Esei Kita” untuk selanjutnya nanti juga akan tetap terkait dengan tema edisi, namun ia tidak akan selamanya menjadi milik redaksi. Penulis tamu, termasuk Anda, juga dapat mengisi rubrik ini. Dan “Pengantar Redaksi”, rubrik yang dahulunya pernah ada kemudian dihapuskan — kami sajikan kembali. Itulah tempat kami berkomunikasi dengan sidang pembaca.

Ini barulah sebagian dari beberapa perubahan yang akan dapat Anda lihat seluruhnya mulai Prisma No. 1/1987. Nama-nama rubrik, yang sejak 1979 yang lalu kami tempatkan di dalam lingkaran, sejak edisi Januari 1987 nanti, akan disusun di dalam serangkaian kotak — seperti yang diperlihatkan “Esei Kita”, “Pengantar Redaksi” dan “Daftar Isi” Prisma No. 11/1986 dan edisi Desember ini. Huruf yang kami pakai untuk setiap naskah mulai nomor depan pun sedikit lebih besar, sehingga akan lebih mudah Anda baca.

Tetapi yang lebih penting, adalah perubahan pada kover jurnal ini. Pada awal terbitnya, kover Prisma agaknya tampil dengan wajah yang lebih serius. Beberapa perbaikan, untuk meniadakan kesan kaku dan serius itu, pernah kami lakukan. Bersamaan dengan munculnya rubrik “Dialog” pada edisi No. 1/1976, dibuat desain kulit muka dengan menempatkan gambar kover di dalam lingkaran. Ia adalah hasil rancangan Ny. Utha Wickert, dan inilah desain yang bertahan selama 10 tahun belakangan ini — sampai sekarang. Atas dasar desain ini pula S. Prinka, dari majalah Tempo, kami minta untuk merencanakan perubahan.

Pada edisi bulan di muka desain kover depan Prisma masih akan seperti itu. Garis di pinggir, yang menyerupai bingkai, masih akan tetap bertahan. Namun tipografi nama Prisma dibuat lebih tebal (bold). Kertas kover yang dahulunya dari jenis BC pun akan diganti dengan art paper 210 gram, sehingga lebih memungkinkan untuk mendapatkan hasil cetakan yang lebih elok dengan teknik separasi warna.

Perubahan ini bukan sekedar untuk menghindari kebosanan akan wajah yang lama. Ia kami lakukan untuk Anda semua. Kami percaya, bagi pembacanya, kualitas isi jurnal ini jauh lebih penting ketimbang penampilan fisiknya. Tapi kami ingin, kualitas yang Anda cari itu tersaji dalam fisik majalah yang lebih apik. Ringkas kata, itu semua untuk meningkatkan pelayanan kami bagi pembaca. Dan karena itu, jika Prisma edisi Januari 1987 nanti sampai di tangan Anda — dengan kover dan dengan tata letak halaman dalam yang baru — mudah-mudahan ia akan kian menawan.

Selamat Hari Natal untuk Anda yang merayakannya, dan selamat Tahun Baru. Prisma 1987, kami siapkan agar lebih menarik untuk dibaca.


Pemimpin Umum: M. Dawam Rahardjo, Wakil Pemimpin Umum: Arselan Harahap, Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad, Wakil Pemimpin Redaksi: Masmimar Mangiang, Pemimpin Perusahaan: Aswab Mahasin, Wakil Pemimpin Perusahaan: Maruto MD, Sidang Redaksi: Aswab Mahasin, Edward S. Simandjuntak, Ismid Hadad, Masmimar Mangiang, M. Dawam Rahardjo, Paulus Widiyanto, Sekretaris Redaksi: Poppy Soeyono, Tata Usaha/Sirkulasi: Sudartoto, M. Sholeh, Jinan Mohammad, Iklan/Promosi: Anda Z. Noerzy, Produksi: Awan Dewangga, Idjas Shaham, Suradi Suprapto.

Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia; SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/D.I/1986. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420, Telepon: 597211, Tromolpos 493, Jakarta 10002 Indonesia. Pencetak: PT Temprint; Pengaturan IBM: Bagian Penerbitan LP3ES Jakarta; Anggota SPS. ISSN 0301 — 6269.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan