Terhambatnya peningkatan ekspor, pelarian modal nasional ke luar negeri, dan kurang tertariknya modal asing berusaha di Indonesia, akan menambah sulit keadaan ekonomi nasional. Pemerintah kini mulai menggunakan rekeningnya pada Bank Indonesia — yang merupakan tabungan dari masa lalu.
SEJAK 1982, ekonomi Indonesia terus-menerus berada dalam keadaan bertambah sulit. Defisit neraca pembayaran luar negerinya makin besar, nilai riil penerimaan negara makin kecil dan laju pertumbuhan riil yang dapat dicapai oleh ekonomi nasional Indonesia makin rendah pula (Tabel 1). Laju pertumbuhan riil ekonomi nasional tahunan sejak 1982 tersebut adalah di bawah target laju pertumbuhan ekonomi dalam Pelita III dan Pelita IV, dan jauh di bawah tingkat laju pertumbuhan ekonomi tahunan yang pernah dicapai Indonesia selama dasawarsa 1970-an.