Dari luar kampus banyak harapan dilontarkan kepada mahasiswa yang sekarang ini dinilai melempem. Menurut angkatan muda dalam diskusi yang diadakan Prisma ini, kemelempeman itu terjadi karena adanya pergeseran artikulasi dalam kegiatan mahasiswa, dari aksi massa menjadi aksi informal, dari politik praktis ke politik teoritis, dan dari gugatan politis terhadap struktur kekuasaan secara langsung menjadi penyadaran subyektif masyarakat.
PEMBICARAAN tentang “melempem”nya kegiatan kemahasiswaan yang menghangat belakangan ini — dilontarkan kembali oleh Prof. Mukti Ali — menunjukkan bahwa peranan mahasiswa selalu digugat. Secara stereotip mahasiswa dianggap sebagai kelompok masyarakat yang relatif murni, belum punya kepentingan, ikatan serta daya kepeloporannya sebagai kaum intelektual. Bahkan, dalam ungkapan yang lebih populer dan cenderung menjadi mitos adalah mahasiswa disebut sebagai kekuatan moral (moral force).
Laporan ini ditulis oleh Fauzie Syuaibn Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Indonesia, yang tengah menulis skripsi.