Pengantar
ZONA Industri Lhok Seumawe diharapkan punya arti yang sangat besar bagi Daerah Istimewa Aceh. Bahkan oleh sebagian orang sempat dianggap sebagai mimpi yang agak sulit dipercaya kebenarannya. Tetapi itulah yang terjadi. Bahkan munculnya zona industri ini sempat mengundang konflik di antara para pendatang dengan masyarakat Aceh, karena ada kecemburuan sosial di masyarakat Aceh.
Buah pikiran baru diketengahkan untuk mengimbangi zona industri ini, yakni zona pertanian. Di sanalah diharapkan kunci untuk menghilangkan konflik di antara masyarakat pendatang dengan masyarakat setempat bisa dihilangkan. Namun Gubernur Aceh sendiri menjanjikan, untuk meredam benturan-benturan yang terjadi di antara masyarakat pendatang dengan masyarakat setempat dibutuhkan waktu 15 tahun. Tidak lama. Tidak sampai satu generasi. Namun, untuk itu harus pula dihormati, upaya untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja Aceh asli yang bekerja pada perusahaan-perusahaan di Zona Industri Lhok Seumawe.Bahan laporan khusus ini dikumpulkan bersama oleh Darby Yusbar Salim, Mochtar Bahar dan Edward S. Simandjuntak yang sekaligus menuliskannya sebagai laporan. Redaksi
Zona Pertanian, Konsep Baru Pembangunan DI Aceh
Tanya (T) : Bagaimana sebenarnya konsepsi zona industri yang paling cocok untuk DI Aceh?
Jawab (J) : Zona industri merupakan barang baru bagi Indonesia. Sampai sekarang belum ada pemikiran yang konsepsional mengenai zona industri. Bentuk seperti apa yang paling sesuai dengan keadaan dan situasi di mana zona industri itu berada masih dicari, karena Zona Industri Lhok Seumawe misalnya akan banyak dipengaruhi oleh sejarah dan kebudayaan Aceh. Sebelum tahun 1973 Aceh adalah daerah yang terisolir, walaupun pada abad 16 pernah muncul sebagai kerajaan Islam yang maju.






