INDONESIA yang merupakan negara dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang padat, sudah menjadi niscaya jika persoalan hubungan antargolongan dalam masyarakatnya merupakan agenda masalah yang tidak bisa diabaikan. Ini tentu berkaitan sekali dengan pluralisme masyarakat Indonesia yang memiliki dimensi etnik, agama, aliran serta kelas-kelas ekonomi. Dan beranjak dari kenyataan itu, semua bentuk citacita dan harapan akan “kesatuan dan persatuan bangsa” selalu akan berhadap-hadapan dengan berbagai kendala dan tantangan yang tidak ringan di tingkat empiris. Dan bergerak dari sana pula, upaya-upaya untuk mempertemukan atau menangani kedua titik pijak tersebut, yakni antara integrasi bangsa dengan pluralisme masyarakat, sudah pasti melibatkan berbagai bentuk rekayasa dan kebijaksanaan. Secara sederhana, ini sudah pasti akan melibatkan aktor-aktor di tingkat negara dan juga para pemeran dalam pilar-pilar kekuatan sosial masyarakat.
Dinamika dan juga dialektika di antara dua pemeran tersebut, dalam catatan sejarah dan perkembangannya hingga saat ini serta masa mendatang, tentu mengalami pasang-surutnya sendiri. Dalam satu kurun waktu tertentu, kejadiannya bisa mengambil bentuk konflik dan gejolak-gejolak yang keras, tetapi dalam kurun yang lain, keselarasan dan kerjasama lebih tampil ke permukaan. Ini pun bisa ditelusuri dengan cara melihat arenanya di tingkat lokal atau bisa juga di panggung nasional. Singkat kata, dinamika itu bergerak dalam berbagai dimensi seperti ekonomi, sosial-politik, budaya dan militer, dan juga tempat dan waktu tertentu serta sifat perubahannya yang bergerak dari cara evolusioner sampai dengan yang revolusioner.
Dalam perjalanan bangsa Indonesia, pembagian periode yang baku terdiri atas dua masa, yakni era kolonial dan masa kemerdekaan. Yang belakangan ini kemudian dibagi dalam masa Orde Lama (Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin) dan masa Orde Baru dewasa ini. Dan dalam masing-masing periode tersebut persoalan-persoalan dalam hubungan antargolongan selalu hadir dan berkembang di dalamnya. Dari kacamata ilmu-ilmu sosial, persoalan-persoalan tersebut sering ditangani dalam konsep aliran, patron-client atau dikotomi modern-tradisional. Sedangkan dalam rekayasa sosial-politik, sebagaimana dalam era Orde Baru, ini coba dituntaskan antara lain dalam pigura “massa mengambang” atau “ideologi tunggal Pancasila”.
Edisi Prisma kali ini akan menampilkan tema Hubungan Antargolongan dengan segala dinamikanya, khususnya 20 tahun terakhir masa pemerintahan Orde Baru. Adapun yang mengisi edisi ini dan bertindak sebagai penulisnya adalah Burhan Magenda, Staf Pengajar FISIP-UI, yang akan memberikan overview mengenai perubahan dan kesinambungan dalam pembelahan masyarakat Indonesia. Kemudian sejarawan, Onghokham akan bicara mengenai masyarakat Cina dalam kaitannya dengan pertumbuhan kaum kapitalis. Sementara itu, Mahrus Irsyam, Staf Pengajar FISIP-UI, akan lebih secara khusus mengungkapkan soal pengembangan organisasi dan gerakan pemikiran Islam dengan mengambil kasus NU dan Muhammadiyah. Sedangkan, Ariel Heryanto, Staf Pengajar UKSW, lebih menyoroti persoalan kelas menengah di Indonesia, dan lainnya, G. Yunus Aditjondro, akan memperlihatkan persoalan sosial di Irian Jaya. Edisi Prisma ini juga dilengkapi dengan ruang Dialog dan Tinjauan Buku. Adapun Esai Kita diisi oleh Benny Subianto, Staf Peneliti SPES (the Society for Political and Economic Studies), yang dalam edisi Prisma ini juga bertindak sebagai redaktur tamu.
____________________________________________________________________________________________________________________
Pemimpin Umum: Arselan Harahap. Pemimpin Redaksi: Ismid Hadad. Pemimpin Perusahaan: Maruto MD. Dewan Redaksi: Aswab Mahasin, Ismid Hadad, Masmimar Mangiang, M. Dawam Rahardjo, Vedi Renandi Hadiz. Staf Redaksi: Ade Armando, Nur Iman Subono. Sekretaris Redaksi: Tri Emi Lestari. Tata Usaha/Sirkulasi: Sudartoto, M. Sholeh, Jinan Mohammad. Iklan/Promosi: Anda Z. Noerzy. Produksi: Awan Dewangga, Idjas Shaham, Suradi Suprapto.
Penerbit: PT Pustaka LP3ES Indonesia, SIUPP: No. 072/SK/MENPEN/SIUPP/D.I/1986, 4 Maret 1986. Alamat: Jl. S. Parman 81, Jakarta 11420, Telepon, 597211. Tromol pos 493, Jakarta 10002 Indonesia. Bank: BUKOPIN, Cabang S. Parman, Jakarta, Nomor Rekening 004.00105 Pencetak: PT Temprint; IBM Setting: Bagian Penerbitan LP3ES Jakarta; Anggota SPS. ISSN 0301 – 6269.