Prisma

Kebijaksanaan di Bidang Kesempatan Kerja & Transmigrasi dalam REPELITA II

Permasalahan

Masalah kesempatan kerja merupakan salah satu masalah utama yang akan diusahakan pemecahannya secara lebih dalam selama Pembangunan Lima Tahun ke II yang dimulai 1 April 1974 ini. Pada hakekatnya masalah kesempatan kerja dan tenaga kerja adalah masalah yang timbul oleh karena terdapatnya berbagai ragam ketidak seimbangan di dalam perekonomian Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang tinggi setelah tahun 1950 telah mengakibatkan cepatnya laju pertumbuhan angkatan kerja, terutama di kalangan tenaga kerja muda. Di lain fihak, struktur ekonomi Indonesia yang untuk sebahagian besar masih tergantung pada pertanian pada hakekatnya tidak dapat tumbuh dengan cukup pesat untuk dapat menyerap angkatan kerja yang semakin besar jumlahnya. Akibatnya timbul kekurangan kesempatan kerja secara umum, rendahnya produktivitas serta rendahnya pendapatan masyarakat.

Ketidak seimbangan penting lainnya terdapat di dalam struktur pasaran tenaga kerja, baik dari segi ketrampilan maupun dari segi daerah. Sistim pendidikan dan latihan tenaga-tenaga yang dipandang dari segi kebutuhan pembangunan kurang memadai, baik dari segi jumlah maupun dari segi mutu keahlian dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam pembangunan. Sehingga di satu fihak dirasakan kekurangan tenaga-tenaga terdidik untuk bidang-bidang tertentu, tetapi di lain fihak terdapat kelebihan tenaga terdidik yang belum dapat dimanfaatkan. Kelebihan tenaga terdidik yang ketrampilan nya kurang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, menjadi penting secara kwantitatif, oleh karena struktur umur penduduk dan angkatan kerja yang muda serta semakin meningkatnya kesempatan pendidikan dengan adanya pembangunan.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan