Prisma

Profil Pembaca Prisma

Jurnal Dwi-bulanan Prisma dimaksudkan sebagai media informasi dan forum pembahasan masalah-masalah pembangunan ekonomi, perkembangan sosial dan perubahan kulturil di Indonesia dan wilayah sekitarnya. Dengan menyajikan tulisan-tulisan ilmiah populer, hasil pendahuluan suatu penelitian, survey atau hipotesa serta gagasan-gagasan orisinil, analisa maupun saduran pendapat para ahli mengenai masalah-masalah tersebut, Prisma ingin mengundang para ahli, sarjana, praktisi dan pembaca pada umumnya untuk berdiskusi dan menulis secara bebas dan kreatif sambil berkomunikasi dengan masyarakat luas. Penerbitan Prisma juga dimaksudkan untuk merangsang dan memberi saluran bagi pemikiran-pemikiran segar, orisinil, dan kritis dari generasi muda Indonesia yang berbakat. Apakah maksud dan tujuan ini tercapai? Siapakah sebenarnya para pembaca Prisma? Dari lapisan sosial manakah mereka? Bagaimana kehidupannya? Apakah yang sebenarnya mereka inginkan? Setelah tiga tahun terbit, para pengasuh Prisma sebenarnya belum mengenal secara agak pasti bagaimana sebenarnya profil pembacanya, bagaimana tanggapan mereka terhadap nomor dan isi jurnal Prisma, bagaimana penilaian mereka terhadap para penulis dan tulisannya, terhadap wajah dan tata rias Prisma, terhadap frekwensi terbit, distribusi, harga dan segala hal ihwal mengenai Prisma. Karena kekaburan pandangan mengenai siapa pembaca Prisma ini, maka para pengasuh juga kurang memahami secara tepat apa sebenarnya yang diinginkan, apa keluhan yang ada dan bagaimana seharusnya penyempurnaan dilakukan untuk memenuhi keinginan para pembacanya. Semua ini menjadi dorongan utama untuk menyelenggarakan suatu penelitian guna memperoleh data dan informasi secara lebih lengkap, tepat dan kongkrit. Bahan hasil penelitian ini akan menjadi pegangan yang lebih kuat bagi penerbit dan pengasuh jurnal Prisma untuk menyempurnakan dan mengarahkan kebijaksanaan redaksionil, kebijaksanaan usaha penerbitan, perbaikan teknis dan operasionil di masa mendatang, yang semuanya ditujukan untuk memperbaiki pelayanan bagi para pembaca.

Metode Penelitian

Penelitian atas 1.2501 responden dilakukan di daerah Jakarta Raya, Bandung, Yogyakarta, Surabaya (Kabupaten Surabaya, Sidoarjo, dan Malang), Medan dan Ujung Pandang, berdasarkan besarnya jumlah pembaca di daerah ini. Ini berarti bahwa responden mewakili 11% populasi pembaca Prisma sehingga dapat dianggap cukup untuk mewakili seluruh pembaca. Responden paling sedikit telah membaca Prisma untuk tiga kali penerbitan. Pengambilan sampel responden dipilih secara sampling sebarang sistimatik (systematical random sampling) dan metode sampling kwota (quota random sampling).2 Penyusunan kwestioner didasarkan pada tujuan penelitian yang terdapat dalam term of reference dan diarahkan untuk memperoleh data mengenai pribadi dan pendapat responden serta penilaiannya terhadap penulis dan tulisan Prisma, harga, cara memperoleh dan menyampaikan kepada pembaca serta usul-usul untuk perbaikan pelayanan Prisma. Setelah melalui tahap try out (menguji ketepatan dan kemampuan kwestioner dan petugas lapangan serta penyempurnaan kwestioner berdasarkan pengalaman tersebut) dengan pengarahan untuk memperoleh data dan informasi tepat dan cermat, maka dimulailah pengumpulan data oleh 60 petugas lapangan yang telah diuji.


1 Berdasarkan responden sebanyak 2.159 orang, dipilih jumlah 1.250 orang. Penelitian berlangsung selama bulan Agustus sampai dengan September 1974 tetapi karena berbagai kesulitan, penyusunan laporan survey baru selesai menjelang akhir tahun 1974.

2 Quota random sampling dipilih untuk menentukan sampel responden di daerah Jakarta Raya, Surabaya dan Medan, sedang systematical random sampling untuk daerah Bandung, Yogyakarta dan Ujung Pandang.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan