Prisma

Anak Jalanan: Kembang Metropolitan

Pengantar

SEBUAH kota besar di manapun tak akan mungkin menghentikan derapnya sebagai pusat segala aktivitas. Di sini, ia pun seringkali melahirkan masalah sosial dengan karakteristik yang terkait erat dengan persoalan kemiskinan.

Fenomena sosial di perkotaan yang belakangan semakin nyata adalah masalah anak-anak jalanan. Anak jalanan semata-mata bukan hanya menjadi masalah kota besar negeri-negeri berkembang. Di London, New York, Frankfurt, anak-anak yang terpaksa hidup di jalanan karena berbagai sebab, juga semakin vokal, Meskipun berbeda dengan anak-anak jalanan di Philipina, Thailand, India, bukan berarti persoalan anak jalanan di Jakarta tidaklah penting.

Pengalaman penelitian tentang anak jalanan di kawasan Senen selama empat bulan (Juli – November 1990), dibiayai Child-Hope, Philipina dan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia, serta berlanjut dengan hubungan pertemanan bulan-bulan berikutnya di beberapa lokasi, memperlihatkan mereka perlu mendapat perhatian yang sangat serius. Hakekat persoalan mereka bukanlah kemiskinan belaka, melainkan juga eksploitasi, manipulasi, ketidak-konsistenan terhadap cara-cara pertolongan baik oleh mereka sendiri maupun pihak lain (pemerintah, swasta/yayasan) yang menaruh perhatian terhadap anak jalanan.

Penelitian ini digarap bersama oleh Y. Martin Hardiono dan Jeffry Anwar, alumnus FISIP Universitas Indonesia. Dari apa yang dipaparkan setidaknya dapat menggambarkan situasi dan kondisi anak jalanan di Jakarta secara nyata dan aktual. Bukan tidak mungkin fenomena anak jalanan yang serupa juga terjadi di beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Redaksi

ANAK Jalanan belakangan ini menjadi suatu fenomena sosial cukup penting dalam kehidupan kota besar. Kehadiran mereka seringkali dianggap sebagai cermin kemiskinan kota atau suatu kegagalan adaptasi kelompok orang tertentu terhadap kehidupan dinamis kota besar. Pemahaman tentang bagaimana kehidupan mereka, seperti apa kegiatan dan aspirasi yang mereka miliki, keterkaitan hubungan dengan pihak dan orang-orang yang ada di sekitar lingkungan hidup mereka; memungkinkan kita menempatkan mereka secara lebih bijaksana dalam konteks permasalahan kehidupan kota besar. Penulis berupaya mengupas persoalan mereka setelah melalui pengalaman berteman dengan anak-anak jalanan lebih dari beberapa waktu yang silam. Kasus yang diangkat dari “Proyek Senen” setidaknya dapat memberi gambaran kepada kita tentang persoalan sehari-hari yang dihadapi anak jalanan dan ikut memikirkan upaya mengatasi persoalan mereka.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan