* Penulis berterima kasih kepada Gunawan Budi Susanto yang menyunting bahasa artikel ini.
Penelitian Muchtar Habibi tentang situasi agraria di Indonesia memicu debat yang substantif dengan Noer Fauzi Rachman. Habibi (2023) menyebut Rachman (1999)– dan beberapa yang lain – sebagai populisme agraria yang cenderung melihat petani sebagai kelompok yang seragam. Hal tersebut dibantah Rachman (2024) dengan mengutip Rachman (1999) untuk memperlihatkan bahwa petani sebagai kelompok yang beragam. Saya mengidentifikasi lapis lain dari debat itu, yaitu perbedaan “dinamika kelas” dan “konflik agraria”, serta menempatkan keduanya sebagai bagian dari persoalan agraria dalam konteks transisi agraria negeri bekas jajahan yang dievaluasi berdasarkan totalitas kapitalisme. Dengan menggunakan pendekatan ”totalitas tetapi bukan pentotalan” dan ”pemosisian,” saya mengalibrasi persoalan agraria.
Kata Kunci: dinamika kelas, konflik agraria, Muchtar Habibi, Noer Fauzi Rachman, persoalan agraria