Prisma

Picture of Bosman Batubara

Bosman Batubara

Bosman Batubara, lahir di Tolang, 1980. Alumnus Jurusan Teknik Geologi UGM (2005), Interuniversity Programme in Master of Water Resources Engineering, KU Leuven dan VU Brussel, Belgia (2012), dan program doktoral di Water Governance Department, IHE-Delft Institute for Water Education, dan Human Geography, Planning, and International Development Department, University of Amsterdam (2022) dengan disertasi bertajuk “Floods in (post-) New Order Jakarta: A political ecology of urbanization.” Bekerja sebagai peneliti pada Program Pascadoktoral di Human Geography and Spatial Planning Department, Utrecht University (2022-2024). Menulis buku Teman Rebahan: Kapitalisme dan Covid-19 (2020); bersama beberapa kawan menulis buku Banjir Sudah Naik Seleher: Ekologi Politis Urbanisasi DAS-DAS di Semarang (2021) dan Maleh dadi Segoro: Krisis Sosial-Ekologis Kawasan Pesisir Semarang-Demak (2020); bersama Bagas Yusuf Kausan dan Eka Handriana menyunting Ngelep, Ngrumat, dan Niteni: Ekologi Politik Merawat Air dan Ruang Hidup di Jawa Bagian Tengah (2024); bersama beberapa kawan menulis dan menyunting Seni dan Sastra untuk Kedaulatan Petani Urutsewu (2015); bersama Paring Waluyo Utomo menulis Kronik Lumpur Lapindo: Skandal Pengeboran Migas di Sidoarjo (2012); bersama Heru Prasetya menulis dan menyunting Bencana Industri: Relasi Negara, Perusahaan, dan Masyarakat Sipil (2010); dan menulis sejumlah artikel di beberapa jurnal, antara lain, Wiley Interdisciplinary Reviews: Water, Wacana, Prisma, Bhumi, Antipode, Human Geography, Journal of Peasant Studies, Agrarian South: Journal of Political Economy, dan Geoforum. Surat elektronik: bosman.batubara@gmail.com.