Alvin Toffler (ed.), Learning for Tomorrow, Random House, New York, 1974, App. + 421 hal.
Buku ini terdiri atas tiga bagian. Pertama mengenai hubungan antara bayangan masa depan dengan pembinaan diri seseorang; kedua, masa depan dalam kurikulum; ketiga, tentang pengarahan dan sumber daya (acuan). Ke dalam tiga bagian ini dijalani 16 esei karya futurolog dari berbagai latar belakang keahlian dan profesi. Bagi pembaca yang ingin menelaah lebih lanjut bidang baru yang sedang berkembang ini, disediakan daftar acuan yang lengkap. Contoh-contoh silabus dan katalogus mata kuliah futurologi serta institusi yang memberikannya dihimpun dalam apendiks.
Meskipun latar belakang penulis esei dalam buku ini berbeda-beda, dan masing-masing menyoroti ilmu yang sedang berkembang itu dari segi yang berbeda-beda pula, namun pendapat dan gagasan-gagasan mereka berlandaskan seperangkat asumsi yang sama. Asumsi itu ialah, pertama bahwa sekolah dan perguruan tinggi masih terlalu terikat pada masa lampau dan masa kini; kedua, bahwa sistem pendidikan terpontal-pontal untuk mengikuti perubahan-perubahan teknologi dan kemasyarakatan, serta realitas sosial mengalami perubahan yang lebih cepat daripada citra kenyataan sosial tersebut; ketiga, bahwa konsep tentang masa depan sangat erat kaitannya dengan motivasi pelajar, sehingga kekaburan terhadap hal ini melumpuhkan program-program pendidikan dan merugikan anak didik; keempat, bahwa memasukkan unsur masa depan ke dalam sistem pendidikan memerlukan perombakan konsep secara total, tentang apa sebenarnya pengetahuan itu; dan kelima, bahwa fokus pada masa depan adalah relevan bagi semua pelajar, tak tergantung dari tingkat usia.
Bayangan masa depan
Alvin Toffler, yang mengawali deretan esei ini, menekankan pentingnya peranan bayangan masa depan seseorang dalam sikap, perilaku dan motivasinya untuk mengembangkan potensi, dan putusan-putusan yang akan diambil. Kemampuan untuk membayangkan berbagai kemungkinan masa depan perlu ditumbuhkan, dan teori perlu sering diuji dan dibandingkan dengan kenyataan-kenyataan dalam praktek.