Strategi yang didasarkan pada persepsi kebudayaan yang bersifat sektoral, niscaya tak akan mampu menangani perubahan-perubahan budaya yang tengah bergejolak. Penanganan yang bersifat sektoral itu, barangkali hanya akan menambah rumitnya persoalan budaya yang sedang kita hadapi.
BARANGKALI tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa berbicara tentang strategi kebudayaan sebetulnya berarti melakukan pembalikan suatu cara pikir. Cara kita berbahasa pada umumnya lebih memperlakukan kita hanya sebagai resipien suatu kebudayaan dan bukannya agen kebudayaan tersebut. Kita berbicara tentang suatu kelompok budaya praktis lebih berdasarkan apa yang mereka terima sebagai warisan kebudayaan dari para leluhurnya dan bukannya berdasarkan apa yang mereka ciptakan dan yang mungkin mereka sumbangkan. Rendra adalah seorang Jawa, karena dia menghayati wayang dan sanggup menikmati tembang, dan bukannya karena dia menulis sajak “khotbah” atau mementaskan teater “mini kata”.