Pembangunan ekonomi negara-negara berkembang saat ini umumnya dipercepat oleh injeksi modal luar negeri, melalui jalur pemerintahan dan swasta. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7,8 persen setahun pada dekade 1970-80 yang lalu, tidak lepas dari kontribusi sumber dana asing. Secara kuantitatif sumber luar negeri tersebut, menurut Basri Hasanuddin, mampu menjembatani antara persediaan tabungan dalam negeri dan kebutuhan investasi demi mencapai laju pertumbuhan itu. Namun, secara kualitatif injeksi modal asing, belum mampu menciptakan perubahan perekonomian yang mampu berkembang dengan kekuatan sendiri.