Prisma

Depauperasi Ekonomi: Strategi Menghalau Kemiskinan

Irma Adelman, “Penilaian Ulang Ekonomi Pembangunan Tujuan”, Asosiasi Ekonomi Amerika dan Prosiding 87, Mei 1975.

Dalam dasawarsa 1950-an, masalah pokok yang menjadi perhatian bagi para ahli-ahli ekonomi pembangunan adalah: apakah laju pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang dapat ditingkatkan? Pengalaman dalam dasawarsa berikutnya menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang memang meningkat dengan cepat. Sebagian dari ahli-ahli ekonomi pembangunan sudah puas dengan kenyataan di atas. Mereka berpendapat bahwa sejalan dengan adanya laju pertumbuhan yang cepat diberbagai sektor perekonomian, maka partisipasi masyarakat luas dalam proses pembangunan ekonomi, proses politik dan distribusi pendapatan yang lebih merata, akan meningkat dengan sendirinya. Dengan perkataan lain, makin membesarnya kue GNP yang dihasilkan dari pembangunan tersebut, otomatis akan membawa pembagian yang lebih adil serta partisipasi masyarakat luas di bidang politik sehubungan dengan proses pembuatan dan pembagian kue GNP tadi. Namun pada tahun 1965, para ahli-ahli ekonomi pembangunan mulai menyadari bahwa pembangunan ekonomi ternyata tidak berlangsung sesuai dengan harapan semula. Di Brazil misalnya, GNP per kapita dalam arti riil meningkat dengan kecepatan rata-rata sebesar 2,5 persen setahun dalam dasawarsa 1960-an. Akan tetapi bagian dari pendapatan nasional yang diterima oleh 40 persen lapisan masyarakat termiskin di negara itu, merosot dari tingkat 10 persen (1960) menjadi 8 persen (1970). Sedangkan di lain fihak, bagian yang diterima oleh 5 persen lapisan masyarakat terkaya masing-masing meningkat dari 29 persen menjadi 38 persen dalam periode yang sama. Tidak ada tanda-tanda bahwa partisipasi masyarakat di bidang politik meningkat di negara tersebut, bahkan justru menurun dan mencapai titik terendah setelah berkuasanya diktator militer sejak awal dasawarsa 1970-an.1 Mimpi sedih Brazil di atas ternyata juga berlaku umum di berbagai negara berkembang lainnya. Nyonya Irma Adelman, ahli teori ekonomi pembangunan dan Professor ekonomi dari University of Maryland bersama dengan Prof. Ny. C.T. Morris, yang juga berasal dari Amerika Serikat, menulis buku tentang pembangunan ekonomi dan hubungannya dengan keadilan sosial di negara-negara membangun.2 Mereka menggunakan data lintas sektoral (cross section data) tahun 1950-1963 di 43 negara-negara berkembang dan melihat hubungan antara bagian pendapatan nasional yang diterima oleh 60 persen dari lapisan masyarakat termiskin dengan berbagai aspek ekonomis, sosial dan politik di negara-negara tersebut.


1 Albert Fishlow, “Distribusi Pendapatan Ukuran Brasil”, Makalah dan Prosiding Asosiasi Ekonomi Amerika 62 (1972) hal. 391-402.

2 Irma Adelman dan Cynthia T. Morris, Pertumbuhan Ekonomi dan Kesetaraan Sosial di Negara Berkembang, Stanford, 1973.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan