Pengantar
Dalam upaya mencapai tahap lepas landas dalam ekonominya maka setiap negara berkembang, termasuk Indonesia, mengarahkan pandangannya kepada industrialisasi sebagai jalan yang, katanya, paling pasti untuk itu. Namun jalan menuju industrialisasi tidak selalu licin. Banyak pilihan berat yang pada gilirannya menuntut keputusan berat. Dulu disangka industrialisasi adalah obat mujarab buat menyerap kesempatan kerja. Kini dialami bahwa hasilnya tidak selalu demikian. Pilihan teknologi juga bukan sesuatu yang mudah. Proteksi yang besar, misalnya, tidak menghasilkan industri yang kuat daya tahannya, tetapi malah meninabobokan industri-industri dalam negeri. Karena itu suatu keputusan mendasar harus diambil yang sangat boleh jadi akan membawa kurban-kurban yang tidak kecil.
Hal ini adalah sekelumit dari yang dikemukakan Profesor Sukadji yang dikenal sebagai salah seorang dari segelintir saja ahli ekonomi industri. Profesor Dr. Sukadji Ranuwihardjo dilahirkan di Kesamben, Blitar, pada 9 November 1931. Dia memulai studi ekonominya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, kemudian Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat. Seminggu setelah ulang tahunnya yang ke-38, dia mempertahankan disertasinya mengenai Ketegaran Fungsi Produksi dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Industri Indonesia di depan Senat Guru Besar Universitas Gadjah Mada. Dan sejak itu perhatiannya terhadap perkembangan industri di negara kita tak pernah usai. Tahun 1973 Prof. Sukadji memimpin penelitian mengenai kapasitas potensil dan kapasitas riil beberapa industri besar, sedang dan kecil, serta kaitannya dengan masalah kesempatan kerja. Prof. Sukadji melewati jenjang karirnya dalam bidang akademis di Universitas Gadjah Mada di mana dia menjadi dosen Fakultas Ekonomi, Pembantu Rektor (1962—1964), Anggota Presidium (1967—1968) dan pada akhirnya menjadi Rektor Universitas Gadjah Mada selama dua jangka waktu yaitu sejak tahun 1973—1981. Dia pernah pula menjadi anggota MPRS dan DPRGR (1968—1969). Setelah menghabiskan masa jabatannya sebagai Rektor UGM, Dr. Sukadji kembali menjadi guru besar ekonomi di Universitas yang sama dan kini menjadi Asisten V, Menteri Negara Riset dan Teknologi. (Red.)

