Pengantar
Pelayanan masyarakat di bidang kesehatan bukanlah semata-mata merupakan tugas dokter atau pun tenaga medis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Keberhasilan pelayanan kesehatan, terutama untuk masyarakat desa, menurut dokter Sunartono di Kecamatan Panggang Kabupaten Gunung Kidul, tercapai karena pelibatan seluruh potensi yang ada di masyarakat. Pengerahan dana dan tenaga secara swadaya melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) mampu menggerakkan motto pelayanan “kesehatan untuk rakyat, dari rakyat dan oleh rakyat”.
Pelayanan administrasi, misalnya pengurusan surat-surat keterangan, di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul, menurut Camat Sutiyono, diselesaikan secepat dan secermat mungkin. Tidak menunda pekerjaan adalah motto yang dianut aparat pelayanan masyarakat. Namun disadari, kualitas pelayanan kepada masyarakat belumlah memuaskan. Di sana-sini masih ditemui prosedur dan sistem pelayanan yang berbelit-belit. Karena itulah dia menyarankan agar tata cara pengurusan surat keterangan disederhanakan untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya. Selain itu, Sutiyono juga menghimbau agar warga desa mau menunaikan kewajibannya untuk memiliki berbagai surat keterangan demi kepentingan dirinya sendiri di masa-masa mendatang.
Sebagai kebutuhan pokok manusia, pelayanan air minum di kota besar seperti Jakarta, dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan dana dan sumber bahan baku. Lebih besarnya permintaan daripada penyediaan, menurut Ir. Drs. H.A. Razak Manan, menyebabkan belum seluruh warga kota menikmati pelayanan air bersih. Keluhan dari masyarakat pemakai dan calon konsumen memang tetap diperhatikan. Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jakarta ini berprinsip bahwa, wargakota memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan air bersih.
“Dialog” Prisma kali ini membahas bagaimana aparat pemerintah melayani kebutuhan masyarakat dan prinsip-prinsip yang melandasi tugas pelayanan tersebut. Redaksi
Masyarakat Menanggulangi Kesehatannya Sendiri, Sunartono, dokter di Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul
Ketika saya mulai bertugas di wilayah ini, pasien-pasien yang datang berobat ke Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) pada umumnya sudah parah sekali. Biasanya mereka adalah sisa pengobatan oleh dukun dan “orang tua”. Tapi sekarang, situasinya telah berbalik. Masyarakat desa ini telah menggunakan jasa pelayanan Puskesmas sebagai langkah awal untuk mengobati pasien. Mereka datang sebelum penyakitnya parah.

Prosedur Pelayanan di Desa, Bisakah Disederhanakan? Sutiyono, Camat Sedayu, Kabupaten Bantul.
Sebagai petugas di wilayah, kami berusaha untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik mungkin. Kami menentukan motto kerja di lingkungan kecamatan Sedayu; “Jangan menunda pekerjaan”. Kalau suatu pekerjaan tertunda satu hari saja, lama kelamaan akan tertumpuk dan menambah beban. Kami makin berat menyelesaikannya dan masyarakat pencari jasa di sini tak terlayani dengan baik.

Pelayanan Air Minum Berwatak Sosial, H.A. Razak Manan, Direktur Utama Perusahaan Air Minum DKI Jakarta.
Perkembangan kota Jakarta, menurut rencana induk pengembangan kota, bergerak ke arah barat dan timur, karena wilayah selatan sebagai daerah penyangga dijaga kelestariannya dan pertumbuhan ke arah utara tak mungkin. Karena itulah pelayanan air minum untuk warga Ibukota disesuaikan dengan arah perkembangan kota. Air baku sebagai bahan pokok pembuatan air bersih untuk wilayah timur tidak terlalu mengkhawatirkan. Air dari waduk Jatiluhur di Jawa Barat yang dialirkan ke Jakarta melalui Tarum Barat dapat diandalkan. Sedangkan untuk wilayah barat, bahan baku air bersih sangat ditentukan oleh sungai Cisadane. Dua sungai kecil di wilayah barat — Pasanggrahan dan Krukut — kurang memenuhi syarat sebagai bahan baku air bersih. Pemenuhan kebutuhan warga kota di wilayah barat sangat tergantung pada bagaimana pengolahan air Cisadane.
