Prisma

Dialog: Terbentur Indikator Sosial

Pengantar

Keterbatasan sumber daya alam telah menimbulkan pemikiran ke arah diversifikasi penggunaan sumber daya lain, terutama untuk sumber daya yang ditambang dan tidak dapat diperbaharui. Untuk mengurangi kelangkaan persediaan sumber alam itu, salah satu jalan yang ditempuh ialah konservasi. Dalam kenyataan sekarang, penetapan kebijaksanaan pemanfaatan sumber alam masih terbentur pada kekurangan data dan informasi tentang potensi kekayaan alam kita.

Dr. Herman Haeruman Js., 40 tahun, Asisten Menteri negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) dan Kepala Biro Pengelolaan Sumber Alam dan Lingkungan Hidup BAPPENAS, melihat bahwa apa yang bisa kita lakukan baru melindungi terjadinya efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan sumber alam. Di samping dalam penggunaan sumber alam perlu diciptakan mekanisme pemakaian yang berulang-ulang dan ekonomis dengan cara recycling proces, terutama untuk sumber daya air, sebab kini sudah mulai dirasakan kegawatan kekurangan air. Ia juga melihat bahwa sumber daya laut kita masih belum diolah dengan baik pada hal ini sangat potensial secara ekonomis, kita baru melakukan penelitian-penelitian dengan keterbatasan tenaga dan dana. Hambatan lainnya dalam mengukur kebutuhan sumber daya alam ini ialah karena kita belum memiliki indikator sosial sebagaimana negara-negara Barat pada umumnya. Redaksi

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan