Prisma

Emansipasi Dilarang

Vrouwen van Indonesié Strijd om het Bestaan, Vrouwengroup Komitee Indonesié, Amsterdam 1980, 94 halaman, termasuk catatan.

Judulnya memang merangsang, Vrouwen van Indonesië, Strijd om het Bestaan, sebuah judul yang mengingatkan pembaca kepada istilah Darwin, struggle for life, di tengah persaingan makhluk-makhluk yang sama-sama berjuang untuk merebut ruang dan kesempatan hidup. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut setiap makhluk harus memakan sesama makhluk yang lebih lemah lainnya. Siapakah yang menghabiskan hak hidup wanita Indonesia? Pertanyaan ini saja kedengarannya janggal di tengah masyarakat yang agaknya bangga memiliki menteri wanita untuk urusan kewanitaan, yang dalam sejarah juga memiliki beberapa menteri wanita, diplomat wanita, fakta mana juga membangkitkan kesan seolah-olah dengan itu emansipasi wanita terasa tidak jauh lagi untuk dicapai.

Terlepas dari soal itu bagi kita buku ini merangsang penulisan lebih lanjut. Pertanyaan yang diajukan oleh para penyumbang (menurut salah satu sumber dikatakan bahwa sebenarnya buku ini adalah hasil tulisan beberapa wanita Indonesia dan Belanda yang orang tidak disebutkan namanya, termasuk pula editornya juga tidak disebutkan, boleh jadi bukan sekedar pertanyaan tetapi tantangan bagi kebijaksanaan sosial-ekonomi. Tantangan dan pertanyaan utamanya adalah: Adakah hak wanita?

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan