Prisma

III. Mencari Makna: Manusia, Pemuda dan Nilai-nilai

Berbagai kekuatan yang membentuk lingkungan hubungan kebudayaan, dan peranan-peranan yang muncul serta peluang bagi bangsa Asia dan Afrika menimbulkan pertanyaan-pertanyaan pokok mengenai nilai dan arti. Anak-anak muda di seluruh dunia sedang mencari alternatif-alternatif dan menggali pengertian lebih mendalam mengenai sifat manusia dan masyarakat. Mereka terbuka bagi wawasan-wawasan imajinatif yang mungkin mengarah pada hari depan yang lebih insaniah. Di dunia tempat kediaman kita ini, salah satu bentuk pertukaran kebudayaan yang paling berharga dan memberikan harapan adalah perluasan jangkauan perhatian, kemampuan, ketrampilan dari kemanusiaan serta dari keahlian yang membentuk gaya hidup suatu peradaban secara keseluruhan. Perhatian semacam ini berhubungan dengan faktor-faktor pokok yang menentukan apa itu peradaban dan apa yang mungkin dicapainya. Dengan demikian, ia amat penting dan tidak dapat diabaikan menunggu soal pembangunan ekonomi dan masalah lingkungan “dipecahkan”. Hubungan kebudayaan memperluas ruangan tempat manusia hidup; ia juga menentukan hubungan antara ikhtiar dan tujuan, antara teknologi dan makna sosial serta antara beraneka kebudayaan. Dalam mempersiapkan hari depan itu, amatlah penting untuk menganggap hubungan kebudayaan sebagai suatu cara memperluas daerah lingkup pilihan-pilihan yang harus dilakukan dan memperluas bekal pengalaman manusia, dengan demikian memungkinkannya membangun suatu kehidupan baru, yang lebih bahagia serta lebih beradab.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan