Prisma

Kebijakan dan Instrumen Penggerak Energi Terbarukan: Kasus India

Dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Desember 2009, India mengumumkan akan menurunkan intensitas emisi karbon. Hampir sepuluh tahun kemudian, India tercatat sebagai negara dengan pembangkit energi tenaga angin ke-4 terbesar dan memiliki salah satu ladang panel surya terluas di dunia. Pada 2017, kapasitas terpasang energi terbarukan (ET) India menduduki tempat kedua setelah pembangkit batubara. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi dunia akan sangat dipengaruhi oleh produksi dan konsumsi energi. Untuk menopang pertumbuhan ekonomi di masa depan, India mencoba tidak bertumpu pada bahan bakar fosil, tetapi beralih dan bersandar pada kontribusi ET. Namun demikian, dalam hal itu dibutuhkan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong dan mendukung pengembangan serta pembangunan ET.

Kata Kunci: emisi karbon, energi terbarukan, gas rumah kaca, tenaga angin, transisi energi

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan