Kebijaksanaan moneter baru masih tetap menetapkan “besaran moneter” (monetary aggregates) sebagai sasaran. Bedanya dengan kebijaksanaan masa lalu terletak besaran apa yang menjadi sasaran, dan dengan instrumen apa sasaran itu akan dicapai. Menurut Slangor, kebijaksanaan moneter baru punya sasaran uang primer, sedangkan instrumennya adalah Sertifikat Bank Indonesia dan fasilitas diskonto. Dengan instrumen baru itu BI akan mengendalikan perkembangan moneter melalui pasar uang dan pasar kredit. Namun, dengan perubahan tersebut tidak berarti kebijaksanaan moneter baru akan lebih efektif mengatur perkembangan moneter.