Prisma

Kegiatan Ilmiah

Lokakarya tenaga pengembangan dari pesantren

Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada tanggal 17-19 Desember 1976 yang lalu di Jakarta telah menyelenggarakan lokakarya “Latihan Tenaga Pengembangan Masyarakat dari Pondok Pesantren.” Tujuan dari lokakarya ini antara lain mempelajari dan menilai keseluruhan rencana latihan yang telah dipersiapkan dalam usaha menyediakan bentuk latihan yang selaras dengan kebutuhan pondok pesantren. Tetapi gagasan dan pelaksanaannya sepenuhnya berasal dari pesantren sendiri.

Dalam lokakarya itu telah dibahas tujuh kertas kerja, antara lain dari Dr. Sarino Mangunpranoto mengenai “Filsafat Pendidikan Kedesaan,” H. Abdurrachman Wahid “Pengembangan Nilai-nilai Islam: Etos Kerja untuk Pembangunan,” Drs. M. Dawam Rahardjo “Latihan Tenaga Pengembangan Masyarakat dari Pondok Pesantren” M. Habib Hirzin “Gerakan Sosial Keagamaan,” Drs. Marsaman MSW “Pengembangan Masyarakat melalui Metode Kelompok Kerja” dan lain-lain. Program latihan tenaga pengembangan masyarakat itu antara lain bertujuan untuk membentuk kelompok kerja dinamis di pesantren dan pedesaan yang nantinya dapat mengembangkan cara-cara pemecahan masalah sosial yang dihadapi lembaga itu dan masyarakat sekitarnya. Lokakarya itu telah menetapkan pula metodologi, kurikulum dan silabus dari latihan itu. Materi latihan dibagi menjadi lima kelompok, yakni kelompok pengarahan, pelajaran dasar, pelajaran inti, penunjang dan evaluasi. Sedangkan jadwal kegiatan latihan, meliputi kelompok kegiatan orientasi teknis, informasi, studi wisata, praktek kerja dan lain-lain.

Gagasan yang melatar belakangi latihan tenaga pengembangan masyarakat tersebut antara lain, ialah agar pesantren yang ikut berperan dalam mendorong kemajuan masyarakat semakin meningkat dan menyebar di berbagai daerah. Dan tenaga tersebut hendaknya merupakan tenaga yang memiliki kemampuan untuk merintis perubahan dan pengembangan di bidang organisasi dan perencanaan pondok pesantren itu. Seperti diketahui, pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan sosial keagamaan yang oleh banyak kalangan diakui sebagai lembaga yang memiliki sistem pendidikan “asli” dan khas Indonesia. Sejak beberapa tahun terakhir ini, lembaga itu telah mendapat perhatian khusus. Hal ini, bukan saja karena jumlah pesantren di seluruh Indonesia cukup besar, yakni sekitar 17.000 buah dengan 5 juta santrinya, tetapi juga karena lembaga ini merupakan lembaga yang strategis untuk memajukan masyarakat daerah pedesaan, mengingat pengaruhnya yang cukup luas di kawasan tersebut. Menurut rencana latihan akan dipusatkan di Pesantren Pabelan, Muntilan (Jawa Tengah) itu yang akan diikuti oleh 24 peserta. Peserta terbagi atas 6 orang dari kalangan sarjana ilmu agama dan ilmu-ilmu sosial lainnya, dan 18 orang dari lingkungan pesantren. Latihan akan berjalan selama setahun, dan dimulai bulan Maret 1977. Kegiatan program akan berlangsung 1 tahun, enam bulan pertama di pusat latihan dan enam bulan berikutnya di lapangan.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan