Pengaruh bahan bacaan cerita anak SD
Pengaruh bahan bacaan sudah sewajarnya menjadi perhatian pemikir-pemikir teori komunikasi massa pada umumnya, dan pemikir komunikasi perencanaan atau strategi komunikasi pada khususnya. Inilah yang menjadi pokok pikiran Departemen Ilmu Komunikasi Massa, Fakultas Ilmu-ilmu Sosial UI, untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh Bahan Bacaan Cerita Anak Sekolah Dasar Sebagai Media Komunikasi Massa.” Penelitian ini dilakukan tahun lalu, dengan mengambil sample di daerah Menteng, Kramat Jati dan Cengkareng, Jakarta.
Hipotesa Pengaruh pesan melalui bahan cerita, khususnya bagi anak SD sebagai media komunikasi massa, terutama di Jakarta akan lebih gencar terjadi di tempat-tempat yang merupakan pusat kegiatan kota metropolitan. Kesempatan dan fasilitasnya memungkinkan penyebaran pesan tersebut, sehingga para pembaca termasuk anak-anak SD di tempat ini akan bersifat reflektor, yakni gencar terguncang, karena berada dalam proses kehidupan sehari-hari yang rythmis dengan keperluan-keperluan yang langsung. Di lain pihak, karena proses yang sudah rythmis tersebut maka ada beberapa sekwens kehidupan yang sudah mapan dan karenanya berkembang secara rutin tapi pada taraf yang lanjut. Berbeda dengan tempat-tempat yang agak jauh dari pusat yang reflektor dan sebagian besar sudah rutin lanjut tadi, pada daerah transisi dari kota ke pinggir, terutama di daerah-daerah en route (di mana mobilitas kehidupan dalam taraf sedang menjangkau kegencaran, yakni masih berusaha keras menuju taraf reflektor yang mantap) pengaruh pesan bahan cerita berada dalam fungsi pendorong pembaca. Rythme kehidupannya masih mengandung beberapa kerawanan dan karenanya masih belum mencapai taraf rutin lanjut. Pada tempat-tempat yang belum begitu merupakan daerah en route, tapi masih dapat digolongkan pada taraf reguler, pengaruh penyebaran pesan-pesan bahan cerita, lebih merupakan bahan penggugah pada umumnya, dan pertimbangan sifat hakekat pada khususnya. Tempat-tempat ini berlokasi di daerah penyebaran yang agak jauh letaknya dari pusat-pusat pengiriman pesan. Dengan rancangan pemikiran tadi, maka dapatlah kaitan-kaitan antara bahan bacaan dan anak-anak SD dirumuskan lebih lanjut dalam hipotesa sebagai berikut: