Prisma

Kegiatan Ilmiah & Seminar

Konsultasi pembangunan pedesaan

Perkawinan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial merupakan ciri khas dari pembangunan pedesaan secara utuh. Sebab pada dasarnya peningkatan kwalitas hidup rakyat pedesaan yang merupakan jumlah terbesar dari negara berkembang, adalah tujuan pokok pembangunan sektor tersebut. Secara operasionil tujuan itu dapat dijabarkan dalam peningkatan produktivitas, perataan pendapatan, penyediaan kesempatan kerja serta peningkatan partisipasi masyarakat desa dalam proses pembangunan. Secara konsepsionil pembangunan pedesaan secara utuh (Integrated Rural Development, IRD) lebih luas dari pembangunan pertanian. Program ini merupakan program multisektoral yang dirumuskan secara sistematis untuk mencapai integrasi sosial dan ekonomi dari masyarakat pedesaan. Ini merupakan langkah maju dalam pendekatan terhadap masalah yang selama ini cenderung untuk didekati secara sektoral. Pertengahan Desember 1975 yang lalu telah diselenggarakan di Jakarta suatu konsultasi antara para ahli dari Indonesia, Korea, Malaysia, Filipina dan Muangthai yang membicarakan program tersebut. Pertemuan diadakan atas kerjasama Pemerintah Indonesia, FAO dan DSE (German Foundation for International Development). Dalam sidang-sidang telah dibahas beberapa kertas kerja yang membahas tujuan dan prinsip utama serta pelaksanaan IRD, kependudukan, pendidikan dan latihan, penelitian dan penyuluhan serta bantuan teknis. Konsultasi di atas telah menghasilkan beberapa kesimpulan dan saran-saran antara lain: dalam pelaksanaan proyek IRD hendaknya bina hubungan dan koordinasi antara kebijaksanaan nasional dengan pelaksanaan proyek itu sendiri. Konsultasi ini juga menyambut usul untuk mendirikan pusat-pusat IRD di Asia Tenggara, dan menerima kesediaan Pemerintah Jepang untuk memikul sebagian terbesar dari biaya penyelenggaraannya.

Teknologi tepat: pola bimbingan dan latihan

Bagi pemuasan kebutuhan konsumsi dari pengamatan sehari-hari terbukti masyarakat desa di masa kini telah dapat menggunakan hasil teknologi mutakhir, seperti radio, televisi, kendaraan bermotor dan lain-lain. Namun di lain fihak dalam proses produksi mereka masih sepenuhnya menggunakan alat-alat sederhana yang memakai tenaga kerja manusia secara langsung. Hal ini terjadi baik di sektor pertanian, kerajinan dan industri rumah tangga maupun sektor yang lain. Berbagai riset, seminar dan lokakarya yang berkaitan dengan masalah teknologi tepat untuk daerah pedesaan telah banyak diselenggarakan oleh berbagai instansi dan lembaga. Tapi kesemuanya hanya menekankan masalah mendapatkan teknologi murah yang sepadan, dan tentang bagaimana caranya memindahkan informasi dari suatu negara ke negara lain. Sedikit sekali perhatian yang dicurahkan kepada soal bagaimana mengorganisir pelayanan bimbingan dan latihan yang efisien. Kesulitan besar yang dihadapi dalam hal itu adalah bahwa proporsi antara pengetahuan tentang teknologi dan bagaimana teknologi tersebut terpaut dengan sistem masyarakat tidak berimbang. Karena itu diperlukan pengetahuan yang lebih mendalam tentang proses pembaharuan di dalam masyarakat, beserta pola penyebaran teknologi mutakhir di desa-desa, agar dapat dirancang disain serta organisasi dinas bimbingan dan latihan yang dapat berjalan dengan efisien.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan