Gejala perkampungan miskin di negara berkembang dapat dijelaskan dengan teori marginalitas dan teori struktural atau ketergantungan. Teori marginalitas melihat gejala perkampungan miskin sebagai produk migran pedesaan yang secara sosial, ekonomi, budaya dan politik tidak berintegrasi dengan kehidupan masyarakat kota. Sedangkan teori ketergantungan melihat adanya integrasi, tetapi justeru integrasi itu merugikan mereka. Masalah utama perkampungan miskin itu, menurut A. Ramlan Surbakti, bukan soal perumahan dan pelayanan perkotaan melainkan masalah ekonomi politik.