Perebutan Ruang di Perkotaan dan Pembenarannya
Masalah konflik tentang tanah di perkotaan sebenarnya merupakan suatu fenomena merebutkan ruang (space). Terdapat berbagai pola konflik tanah yang melibatkan
lahir di Tiganderket, Tanah Karo, tanggal 20 Juni 1951. Lulus dari Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Sosial Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1978) kemudian menjadi staf pengajar tetap pada Fakultas Sospol Universitas Airlangga, Surabaya. Memperoleh gelar MA dalam Ilmu Perbandingan Politik dari Departemen Ilmu Politik, Universitas Ohio, Amerika Serikat, dengan tesis berjudul Urban Poverty and Kampung Improvement Programme in Surabaya.
Masalah konflik tentang tanah di perkotaan sebenarnya merupakan suatu fenomena merebutkan ruang (space). Terdapat berbagai pola konflik tanah yang melibatkan
Siapa Membuat dan Menguntungkan Siapa? Daerah perkotaan dapat dilukiskan sebagai ruang fisik dan sosial yang cukup besar, tempat berbagai individu
Gejala perkampungan miskin di negara berkembang dapat dijelaskan dengan teori marginalitas dan teori struktural atau ketergantungan. Teori marginalitas melihat gejala
Joan M. Nelson, Akses ke Kekuasaan: Politik dan Kemiskinan Perkotaan di Negara Berkembang, (Princeton, NJ: Princeton University Press, 1979), 463
Gejala teknokrasi di Indonesia tidaklah sama dengan gejala teknokrasi di negara-negara industri moderen. Karena tingkat perkembangan ekonomi dan teknologi Indonesia