Prisma

Kritik dan Komentar

Penulisan Samin Belum Masuk “Saminisme”

Rubrik Tokoh dalam Prisma (Agustus 1983) sebenarnya sangat menarik. Pengetengahan tokoh tradisional Samin Surantiko, bukan saja akan menambah khasanah pengetahuan kesejarahan bagi masyarakat Indonesia dewasa ini, melainkan juga bisa diharapkan mampu menampilkan sebuah fakta sejarah sosial pedesaan yang langka dikenang orang. Karena itulah tokoh Samin ini menjadi sangat penting untuk diketengahkan.

Akan tetapi tulisan Paulus Widiyanto tentang tokoh itu tidak memberikan gambaran yang lebih utuh tentang tokoh itu sendiri. Siapa Samin? Siapa orangtuanya, bagaimana pendidikan dan proses sosialisasinya? Andaikata, toh ada ajarannya, yang dalam hal ini disebut “Saminisme” maka pertanyaan-pertanyaan yang timbul adalah: bagaimana ajaran-ajaran itu bisa timbul; hasil kontemplatifkah—sebagaimana biasa dikenal dalam tradisi Jawa atau sebagai reaksi terhadap sistem sosial-ekonomi yang diterapkan oleh Belanda di tanah air. Lalu bagaimana wujud yang sebenarnya dari konsep ajaran itu. Dari hal terakhir ini bisa dicarikan lagi masalahnya; bagaimana konsep mereka tentang tanah, tentang pemerintah—apakah pemerintah kolonial dalam perspektif mereka memiliki legitimasi? Sehingga, tidak patut untuk dipatuhi? Baru kemudian—setelah jelas duduk perkara konsep Saminisme ini—dikaitkan dengan gerakan-gerakan yang mereka laksanakan. Tetapi yang lebih penting lagi adalah menjawab masalah; mengapa saminisme mendapat pengikut yang banyak dan mampu bertahan untuk waktu yang relatif lama. Paulus misalnya, mengatakan bahwa sampai dengan Pemilu 1955, jumlah pemilih dari kelompok ini mencapai 40.000 orang, suatu jumlah yang amat besar pada waktu itu. Tetapi tidak dijelaskan, mengapa gejala ini bisa terjadi. Usaha teoritis untuk menjelaskan data yang amat berharga inilah yang terasa kurang terperhatikan dalam tulisan ini. Muhaimin Thohir, Ciputat, Jakarta.

Jawaban “Saminisme”

Masalah kekurangan dalam penulisan tentang Saminisme secara menyeluruh, memang kami sadari, mengingat ruangan yang terbatas pada Journal Prisma ini. Karena itu kami hanya mengupas sebagian saja dari satu aspek kehidupan Samin. Kalau Anda ingin mengetahui lebih dalam tentang segala aspeknya, masih tersedia bahan-bahan pada saya. Terima kasih., Paulus Widiyanto Jakarta Selatan

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan