Prisma

Kritik dan Komentar


Kolie Kontrak Tidak Sendiri

Dalam rubrik “Buku”, Prisma No. 3, Maret 1986, pada tulisan berjudul “Hanya Menulis Begitu Saja” Saudara Dara Tia sebagai penulis mengatakan bahwa: “… Lebih limapuluh tahun sesudah itu pun tak satu pun karya sastrawan Indonesia yang membicarakan penghidupan dan penderitaan demikian di perkebunan” (halaman 93).

Sebenarnya yang menulis mengenai penghidupan dan penderitaan kuli kontrak itu sudah ada yaitu H. Mohammad Said (1977). Bukunya Koeli Kontrak Tempo Doeloe Dengan Derita dan Kemarahannya yang diterbitkan oleh Penerbit Percetakan Waspada, Medan. Dalam buku tersebut dibicarakan penderitaan para kuli kontrak di daerah perkebunan di Sumatera Timur (Deli).

Saya sarankan dilakukan koreksi terhadap tulisan Saudara yang menyatakan tidak ada satu pun karya sastrawan Indonesia yang menulis tentang penghidupan dan penderitaan kuli kontrak. Mema Osman Skip N 45 Yogyakarta

***

Jawaban Penulis

Dengan kalimat “Lebih lima puluh tahun sesudah itu pun tidak satu pun karya sastrawan Indonesia yang membicarakan penghidupan dan penderitaan demikian di perkebunan” (halaman 93)”, tentulah yang dimaksud karya sastra, seperti novel yang dibicarakan dalam resensi tersebut. Tentang buku-buku yang membicarakan penderitaan para kuli kontrak di daerah perkebunan di Sumatera, Timur cukup banyak ditulis oleh penulis asing maupun Indonesia, termasuk H. Mohammad Said. Dara Tia

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan