Prisma

Kritik & Komentar

Tidak ditemui konsep yang tuntas

Beberapa waktu yang lalu saya membaca Prisma No. 1, Januari 1977, edisi “Aspirasi Keagamaan” yang isinya menyangkut “Mesiah dan Imam Mahdi”. Saya telah membaca dua kali dialog yang berisi pandangan-pandangan golongan Islam, Kristen, Kebatinan Kepercayaan, ahli sejarah dan sosiolog itu. Saya tidak menemukan konsepsi yang utuh, sehingga saya malah dalam keraguan dan kebimbangan, yang akhirnya menimbulkan kesan seperti yang dikatakan Hariyadi S. Hartowardoyo, bahwa Ratu Adil cuma khayalan yang menina-bobokkan. Sayang sekali Prisma tidak menghubungi Ahmadiyah, khususnya Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia yang memiliki konsepsi yang tuntas dan utuh tentang Al-Masih dan Imam Mahdi.

Hasrat Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Gerakan Ahmadiyah dalam Islam, telah menyatakan bahwa beliau adalah Al Masih Mau’ud dan Imam Mahdi, dengan menunjukkan bukti-bukti berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an dan Hadist Nabi. Tugasnya, menurut sabda Rasulullah SAW dalam Bukhari adalah menjadi hakim yang adil, mematahkan salib dan membunuh babi (materialisme/keserakahan), mengajak kaum Muslimin menjadi manusia yang seadil-adilnya, menghindarkan penyelewengan ideologi Islam, menghindari keserakahan dengan kesederhanaan, rendah hati, jujur dan berakhlak mulia.

Bagaimana mengurangi jumlah orang miskin?

Mulanya saya kira anak judul “Lebih mungkin mengurangi jumlah orang miskin daripada meratakan pendapatan” dalam ruang “Dialog,” Prisma No. 3, Maret 1977, hanyalah kesimpulan redaksi untuk memikat pembaca. Setelah saya baca, ternyata itu adalah kesimpulan M. Arsyad Anwar, Wakil Direktur Bidang Penelitian LPEM-FEUI, yang diwawancarai.

Mungkin saja menurut penelitian yang dilakukan LPEM-FEUI–setelah melalui berbagai pengamatan dan pembandingan–didapat kesimpulan demikian. Ini sebenarnya amat menyedihkan. Bagaimana kalau kita berfikir begini:

Semoga saja semua fihak di negeri kita menerapkan asas kerakyatan itu semurni-murninya. Hanya dengan mengikuti aspirasi sebagian besar rakyatlah bakal tercipta stabilitas yang kokoh.

Sofyan Syafri, Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara, Medan

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan