Prisma

Kritik & Komentar

Buat Hidayat Nataatmadja

Sebenarnya komentar yang paling tepat buat pernyataan Hidayat Nataatmadja (HN) yang berkaitan dengan teori relativitas Einstein dalam Prisma edisi Maret 1977 adalah, dia sebenarnya tidak mengerti apa-apa tentang teori relativitas. Akan tetapi untuk meyakinkan mereka yang karena bukan bidangnya, atau karena mungkin mengerti matematik dan sedikit fisika namun karena kurang hati-hati sampai bisa dikelabui HN, dan sempat percaya atau setengah percaya pada bualan HN, maka saya merasa perlu mengambil beberapa contoh dalam paper HN, yang menunjukkan bahwa tuduhan kepada Einstein sebenarnya merupakan bumerang bagi HN sendiri.
Secara pribadi saya tidak mengenal HN. Pertama kali saya mendengar dari Prof. Johannes bahwa ada orang yang menyalahkan teori Einstein, secara spontan terlontar ucapan, “Wah, kalau argumentasinya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, mungkin inilah calon pemenang Nobel kita.” Sayang harapan yang tulus ini tiba-tiba buyar setelah saya membaca paper HN yang memuat secara panjang lebar kesalahan-kesalahan fatal Einstein.
Pertama, segi pengungkapan yang angkuh saja sudah mengandung antipati. Mendingan kalau isinya betul, keangkuhan ini bisa kita maafkan seperti halnya kalau kita berhadapan dengan si Mulut Besar—Ali. Dia sombong, dia bermulut besar dan selalu mencacimaki lawannya di atas maupun di luar ring, tapi kesombongan itu diimbangi kemampuannya yang setimpal, dan kita ikut bersedih kalau lawan tinjunya ternyata tangguh sekali. Akan tetapi keangkuhan HN ini cuma bisa mengundang rasa iba.

Aristanone, Puslit Gama Batan Yogyakarta.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan