IPB dan Cileban
Bermula dari laporan khusus Prisma No. 3, April 1978, yang menyangkut mahasiswa KKN bersama ini kami sampaikan beberapa hal:
- Bahwa Kerjasama IPB-Pemda Kabupaten Banjarnegara adalah missi IPB, dengan demikian setiap informasi seharusnya melalui pejabat yang berwenang di IPB.
- Kami tidak berpretensi menilai benar dan tidaknya laporan khusus yang ditulis menurut cara, serta metode yang dipakai dalam pengumpulan informasi/data, namun tanggapan terhadap laporan khusus saudara oleh Pemda Banjarnegara hampir-hampir berakibat fatal bagi IPB sebagai lembaga dalam hubungan kerjasama dengan pemerintah daerah tersebut.
- Dalam setiap tindak pengabdian masyarakat kami berprinsip bahwa staf dan mahasiswa boleh pergi dari desa setelah selesai tugasnya. Tetapi IPB akan abadi bekerjasama dengan Pemda setempat sesuai dengan tujuan dari naskah kerjasama, sehingga setiap tindak anggota civitas akademika harus berpegang pada missi IPB.
- Benar bahwa IPB telah menjadikan daerah Cileban menjadi satu dari 67 desa KKN IPB 1976/1977 untuk 3 bulan, bukan 6 bulan, seperti pada pengantar Saudara. Apakah benar ada mahasiswa KKN yang mendampingi team Saudara? Kami sangat tahu bahwa pada bulan April 1978 tidak ada mahasiswa KKN IPB di desa tersebut.
- Suatu informasi kami berikan kepada Saudara bahwa: a. Kabupaten Banjarnegara adalah Kabupaten nomor dua termiskin di Jawa Tengah sehingga Pemda jauh dari mampu untuk secara detail melakukan pembangunan satu-satu desa. b. Bahwa irigasi yang Saudara maksud dalam laporan, biayanya Rp. 12 juta, sebenarnya Rp. 40 juta dan jumlah ini merupakan total pendapatan Kabupaten Banjarnegara selama satu tahun. c. Tentang “gula” untuk turis ini bermula dari kehendak orang desa tersebut dengan maksud memberi tambahan penghasilan desa seperti “gula jajar” di Kabupaten Kebumen. d. Alangkah sulitnya membawa masyarakat desa yang serba terbatas dalam potensi semacam Cileban. Tapi kami melihat upaya itu telah ada baik dari Pemda maupun pihak lain. Seyogianya ini mendapat sedikit ulasan dalam tulisan Saudara. Atau sebagai tindak lanjut dari tulisan Saudara, Prisma mau mencoba bereksperimen membangun Cileban dari data yang ada pada Saudara? Bila demikian melalui PPSE, wadah itu cukup tersedia. Di daerah ini telah terlibat banyak lembaga seperti: GAMA, UNDIP, UNSOED, IPB, YIS, BINA DESA, DIAN DESA, dan lain-lain yang berpartisipasi dalam tindak pembangunan di Kabupaten Banjarnegara.
Mudah-mudahan melalui surat ini Saudara akan lebih berhati-hati dalam melibatkan salah satu institusi seperti IPB yang memang telah bekerjasama dengan suatu daerah. Seperti halnya pesan kami kepada para mahasiswa KKN IPB: “Humor kampus tidak berlaku di pedesaan, karena itu berhati-hatilah dalam ucap dan coretan pena” agar tidak terjadi konflik. Terima kasih
IR. FADHOLI HERMANTO Kepala Biro Pengabdian Masyarakat Institut Pertanian Bogor Ketua Tim Pelasana KKN-IPB
Jawaban Redaksi
- Jika Saudara bertanya ada tidaknya mahasiswa KKN yang mendampingi team Prisma di Cileban pada bulan April 1978, jawabannya, “tidak ada mahasiswa KKN.” Yang ada hanyalah seorang mahasiswa IPB yang tahun 1976 pernah melakukan Kuliah Kerja Nyata di desa itu. Tentang jangka waktu 6 bulan, memang keliru pengantar laporan kami. Mahasiswa itu hanya 3 bulan melakukan KKN di sana.
- Laporan itu kami tulis sama sekali tanpa melibatkan Institut Pertanian Bogor sebagai suatu lembaga. Nama IPB kami cantumkan untuk memberikan identitas “pribadi” mahasiswa yang mendampingi kami ke sana. Setiap tindak tanduk dalam peninjauan ini dan untuk setiap data serta pendapat yang datang dari mahasiswa IPB yang mendampingi kami itu, lembaga IPB tak pernah kami libatkan. Karena kami tidak melibatkan salah satu lembaga pun dalam laporan ini, maka kami berpendapat bahwa kami pun berhak memberikan informasi.
Tanggapan Pemda Banjarnegara yang menurut Saudara hampir berakibat fatal terhadap usaha kerjasama dengan IPB, sangat kami sayangkan karena terjadi di luar dugaan kami.
- Angka Rp 12 juta untuk membangun irigasi di Cileban kami dapat di desa itu sendiri, dari satu sumber yang sangat paham tentang daerahnya.
- Sebagai Kepala Biro Pengabdian Masyarakat, pendapat Saudara yang mengatakan bahwa sulit “membawa” masyarakat yang serba terbatas dalam potensi semacam Cileban, adalah benar. Jika Saudara baca laporan kami dengan tenang dan terang, Saudara akan temui ulasan kami tentang usaha apa saja yang sudah dilakukan untuk mereka. Dan jika Saudara berpendapat upaya yang dilakukan selama ini sudah baik, seperti yang saudara tulis, itu adalah hak Saudara.
- Saudara tentunya tahu sekali bahwa Prisma tidak hendak bereksperimen membangun Cileban dengan data yang ada pada kami. Untuk informasi pula bagi Saudara, Prisma adalah jurnal bulanan yang urusannya bukan untuk membangun suatu daerah, apalagi dengan “percobaan”. Redaksi.