Prisma

Kritik & Komentar

Indonesia sama dengan Jawa?

Setiap kupasan tentang kesempatan kerja dan perataan pendapatan akan selalu menarik, karena kedua hal itu langsung menyentuh kebutuhan dasar orang banyak. Dapat dibayangkan betapa repotnya pemerintah bila ingin mengimbangi penawaran angkatan kerja dalam Pelita III sebesar 6,4 juta (Kompas, 2 Februari 1979). Betapa meresahkannya pelebaran jurang kaya-miskin, kota-desa, yang terus berlangsung selama ini. Karena itu, artikel Sulistyo, Sudarsono dan Ari Sudarman di bawah judul “Prospek Kesempatan Kerja dan Pemerataan Pendapatan dalam Repelita III” sangat menarik (Prisma, No. 1, Januari 1979).

Namun dalam artikel tersebut ada satu hal yang menggelitik untuk dipertanyakan, yaitu angka-angka dalam Tabel 4 dan Tabel 5 yang digunakan untuk mendukung pernyataan-pernyataan dalam sub judul kesempatan kerja. Angka-angka tersebut persis seperti yang dikemukakan oleh D. Y. King dan P. D. Weldon dalam tulisannya: “Income Distribution and Levels of Living in Java, 1963-1970” (The Agricultural Development Council, Teaching & Research Forum, No 16, April 1978. Cetak Ulang). Redaksi Prisma pun telah mengutip secara utuh tabel King dan Weldon tersebut dalam edisi No 1, Januari 1976. Perbedaannya: King dan Weldon menyebutkan bahwa angka-angka tersebut merupakan hasil analisanya untuk Jawa (tidak termasuk Jakarta) dan disajikan dalam sebuah tabel. Sedangkan Sulistyo et al., menyatakan angka-angka tersebut untuk Indonesia dan dimodifikasi dalam dua tabel.

Yang menjadi pertanyaan: Apakah Indonesia sama dengan Jawa?

Achmad Suryana Jalan Riau No 58 Bogor

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan