Penyertaan pandangan ilmiah
Saya berpendapat “Laporan Khusus” Prisma tidak mengandung hal-hal yang mengejutkan dilihat dari informasi yang dimuat. Rasanya seperti membaca berita dalam koran atau majalah umum biasa, padahal Prisma mengatakan sendiri: “Berisi tulisan ilmiah populer, etc…”. Saya kira dalam introduksi reportase begitu redaksi agar tegas menyebutkan: Penulisan dan pengumpulan bahan dengan mendatangi daerah itu minggu yang bulan yang lalu, dilakukan oleh wartawan “Anu”. Pembaca tentu akan maklum, karena “Laporan Khusus” itu memang dibuat oleh wartawan. Laporan Khusus Prisma No. 3, Maret 1980 dengan judul: Kisah Nelayan Mandangin: Seumur Hidup Dililit Hutang, rasanya sama saja dengan Tempo misalnya. Orang membaca Prisma setidaknya ingin tahu bagaimana Prisma mengetengahkan masalah dengan pernyataan pandangan ilmiahnya. Tidak lalu seperti Masmimar Mangiang kelihatannya takut (?) menyimpulkan: “naik haji dari orang Pulau Mandangin untuk menaikkan status sosial.” Dia terpaksa harus berkata tidak jelas: “menurut beberapa keterangan di sana” (halaman 100). Semoga Prisma bisa khas.
Mochtarmono Jl. Benteng Kapaha 23 Tanah Tinggi Ambon
Laporan itu tak sama dengan analisa
Saudara Mochtarmono tahu bahwa rubrik ini bernama “Laporan Khusus”. Karena itu anda juga harus tahu bahwa isinya adalah sebuah laporan. Ia ditulis oleh reporter atau pelapor. Dalam jurnalistik, seorang pelapor tidak akan berbuat seperti tukang analisa, ataupun komentator. Itu pula sebabnya ia tak memberikan kesimpulan.
Untuk Pulau Mandangin belum ada bukti bahwa menunaikan ibadah haji disebabkan oleh keinginan menaikkan status sosial. Ia hanya kesan beberapa orang di Sampang yang dapat direkam. Kepada pembaca dilaporkan bahwa ada orang yang punya pendapat demikian. Yang jadi pertimbangan di situ sama sekali bukan takut (?) atau tidak takut, tetapi, pendapat orang itu belum dapat dipakai buat mengambil kesimpulan.
Masmimar Mangiang Prisma
Mana kesempatan bagi yang muda?
Saya mengikuti dan membaca Prisma sejak tahun 1975. Banyak hal yang telah saya timba dari tulisan-tulisan yang disajikannya. Prisma dengan coraknya yang khas, bagaimanapun turut mewarnai arus pemikiran saat ini. Kehadirannya ibarat memberikan setitik air di tengah kehausan intelektual kita akan bacaan yang bermutu.
Pada hemat saya, salah satu fungsi media massa adalah memberikan informasi dan alat guna membawa perubahan. Tugas yang tak kurang pentingnya adalah mendidik para pembaca lewat pesan-pesan yang dibawa suatu tulisan, menumbuhkan cakrawala dan pemikiran baru. Di sini Prisma berperan sebagai subyek dalam mendidik pembacanya, dan ini kelihatannya relatif berhasil.
Namun, berdasarkan pengamatan saya, jarang sekali Prisma mau menjadi sarana pendidikan, di mana ia menjadi arena pendidikan. Saya mendapat kesan bahwa tulisan-tulisan yang ditampilkan oleh Prisma umumnya ditulis oleh para ahli senior di bidangnya masing-masing. Sebaliknya, sedikit sekali (untuk mengatakan tidak ada, rasanya tidak tepat) memberikan kesempatan kepada para penulis muda, baik dari kalangan mahasiswa maupun bukan dengan pemikiran segarnya.
Barangkali teori Everett H. Hagen yang dikenal dengan Withdrawal of Status Respect mulai pula menjangkiti arus pemikiran Prisma. Teori itu mengungkapkan tumbuhnya statisme dalam sebuah kelompok, disebabkan dominasi otoritas kelompok (dalam hal ini penulis senior dan profesional) sangat besar, sehingga sangat sempit celah bagi munculnya kelompok lain dengan gagasan-gagasan baru. Lebih jauh, akan terjadilah kemandegan ide atau pemikiran.
Pemberian kesempatan lebih luas kepada penulis-penulis muda akan membuat arus pemikiran melalui Prisma lebih deras lagi. Bravo!
Azyumardi Azra Iain Jakarta
Kesempatan terbuka lebar
Senioritas penulis tidak menjadi jaminan untuk dimuatnya suatu tulisan dalam Prisma. Pertimbangan redaksi selalu pada isi artikel. Kami memberikan kesempatan bagi siapa saja—termasuk yang muda-muda—untuk menulis di Prisma.
Pada edisi Januari 1980 yang lalu, kami mencantumkan daftar topik untuk edisi tahun ini. Tidak lain maksudnya adalah untuk mengundang minat para penulis menyumbangkan pemikirannya dalam masalah-masalah tertentu. Selain itu, di pojok kanan bawah halaman daftar isi setiap edisi di-terakan topik Prisma dua nomor berikutnya. Namun, kalau topik-topik tersebut merupakan masalah yang tidak banyak anda perhatikan, kesempatan lain masih terbuka. Jurnal ini juga menyediakan tempat bagi artikel yang membahas masalah lain di luar topik edisi bersangkutan.
Perhatian dan sumbangan pikiran anda sangat kami hargai. Terima kasih banyak.
Redaksi