Prisma

Laporan Khusus: Perempuan Kebun Karet

Pengantar

Di Citandoh, waktu bagaikan “jalan di tempat”. Kerutinan hidup para penyadap getah di perkebunan karet di daerah Pelabuhan Ratu, Jawa Barat itu, terasa menyesakkan. Ia lebih merupakan lingkaran ketimbang siklus, karena tak ada harapan untuk peningkatan taraf hidup.

Boleh dikatakan, di daerah ini semua wanita melakukan kegiatan produktif meskipun tak resmi terdaftar sebagai buruh perkebunan. Di sini, dalam pendidikan ada pembedaan sikap terhadap anak wanita dan pria berdasarkan adat dan agama. Namun kemiskinan tak mengenal diskriminasi. Semua harus bekerja — tiada pengecualian.

“Laporan Khusus” ini merupakan bagian dari penelitian yang tema sementaranya ialah The Housewifization of Indonesian Women. Ia merupakan kerjasama antara Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan, Ekonomi dan Sosial (LP3ES) dengan Institute of Social Studies (ISS) di Den Haag, Negeri Belanda. Keseluruhan penelitian berlangsung sekitar satu setengah tahun. Tetapi, penelitian di Citandoh hanya dua bulan, Oktober — November 1984 silam.

Pengumpulan data di lapangan, pengolahan dan penganalisaannya dilakukan oleh Julia I. Suryakusuma bersama Lies M. Marcoes. “Laporan Khusus” ini ditulis oleh Julia I. Suryakusuma. Bagi para wanita pekerja di sana, tulis Julia antara lain, pekerjaan bukanlah sekedar untuk mencari nafkah. Ia memberi mereka rasa kemandirian, dan mengurangi kekhawatiran akan nasib bila bercerai atau dicerai. Redaksi

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan