Sungguhpun pembangunan telah berjalan ratusan tahun di dunia, namun baru pada permulaan tahun tujuhpuluhan ini dunia mulai sadar dan cemas akan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, sehingga mulai menanggapinya secara sungguh-sungguh sebagai masalah dunia. Sebelum ini, maka lingkungan hidup diperlakukan sebagai masalah lokal untuk diselesaikan di tempat. Baru akhir-akhir ini banyak negara, terutama yang sudah maju ekonominya, melaksanakan kebijaksanaan pengembangan lingkungan hidup secara nasional. Tetapi inti permasalahan lingkungan hidup di negeri maju berkaitan dengan hasil dan akibat kemajuan ekonomi, sehingga pemikiran yang berkembang di bidang lingkungan hidup berlaku terutama untuk menanggapi masalah-masalah yang khas dijumpai di negara-negara maju, tetapi kurang berarti bagi negara-negara yang sedang berkembang. Baru dalam dasawarsa tahun tujuhpuluhan diakui adanya masalah-masalah lingkungan hidup yang khas di negara berkembang. Sehingga bobot persoalan lingkungan hidup menanjak ke tingkat internasional dan mencakup semua negara-negara di dunia. Sejalan dengan pertumbuhan ini berkembang pula pemikiran-pemikiran baru mengenai lingkungan hidup, terutama dalam kaitannya dengan pembangunan ekonomi negara berkembang. Dalam hubungan ini mungkin berfaedah untuk berusaha meninjau perkembangan pikiran tentang lingkungan hidup, untuk kemudian dikaji makna dan manfaatnya bagi penerapan pengembangan lingkungan hidup dalam pembangunan Indonesia.
Permasalahan lingkungan hidup Kira-kira enam ribu tahun yang lalu Mesopotamia, di lembah sungai Tigris dan Euphrates dan yang kini dikenal dengan negara Irak, menghadapi masalah lingkungan hidup yang mungkin pertama kalinya dialami peradaban manusia. Sistem irigasi yang telah mendukung pertanian lambat laun telah menyadap kesuburan tanah akibat salinisasi sehingga akhirnya menghancurkan pertanian. Dan dengan rusaknya pertanian hilang pula sokoguru penting penunjang kebudayaan Mesopotamia yang akhirnya ikut pula tenggelam. Sejak itu mungkin masih ada kasus-kasus lingkungan hidup lain yang timbul di berbagai tempat, tetapi maknanya kurang menonjol. Baru setelah revolusi industri pecah di Inggeris dan lahir kota sebagai perwujudan dari terpusatnya banyak buruh dalam ruang lingkungan terbatas, maka masalah lingkungan hidup semakin berarti. Masalah lingkungan hidup seperti keadaan lingkungan kerja buruh, kondisi pemukiman rakyat, pencemaran udara, tanah dan air, banyak yang cukup memprihatinkan. Namun karena sifat permasalahannya adalah lokal, maka pemecahannya dilakukan di tempat. Dengan semakin banyaknya industri menyebar ke banyak negara maka permasalahan lingkungan hidup mulai meluas mencakup berbagai kegiatan industri di beberapa negara. Sifat permasalahan lingkungan hidup yang timbul berkaitan erat dengan kemajuan ekonomi yang berhasil meningkatkan pendapatan penduduk
* Artikel ini adalah hasil penulisan kembali dari pidato yang diucapkan pada Dies Natalis Institut Ilmu Keuangan Negara dan lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan Departemen Keuangan pada tanggal 29 Juli 1978.
