Pengantar
Memperhitungkan masa depan adalah suatu keperluan. Menduga hari esok dilakukan dengan mempelajari perkembangan dan kenyataan pada masa sekarang.
Dr. Nono Anwar Makarim, partner pada Konsultan Hukum dan Pengacara Makarim and Taira S., antara lain di sini mencoba melihat Ekonomi Pancasila, sebagai bentuk yang cocok buat Indonesia. Katanya, Ekonomi Pancasila belum merupakan gagasan. Ia baru berupa aspirasi, kumpulan keinginan, dan ia masih berkisar dalam alam das Sollen. Proses kongkretisasi sesuatu yang luas seperti Pancasila, mengandung implikasi pemerincian, penajaman, dan akhirnya mengarah pada pelaksanaan. Di dalam proses itu selalu timbul pertentangan. Pemerincian dan penajaman pengertian membuat sesuatu yang keramat dapat dijangkau dengan ratio manusia. Pada saat itu akan timbul rebut-rebutan. Menurut Nono A. Makarim, kira-kira begitulah hari depan Ekonomi Pancasila.
Dalam “Dialog” kali ini, Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional, Letnan Jenderal Sutopo Juwono melihat bahwa Indonesia yang kini berada dalam dunia yang diwarnai konflik-konflik, masih memikirkan kemantapannya sendiri. Persoalan-persoalan itu antara lain adalah masalah wilayah, kemasyarakatan, legitimasi, dan juga pembangunan ekonomi.
Untuk pembangunan ekonomi ini, industri adalah salah satu aspek dari sekian banyak masalah. Deputi Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Bidang Perencanaan dan Pengendalian, Ir. Anwar Ibrahim, melihat industri pengolahan hasil pertanian sebagai suatu pilihan yang dapat kita laksanakan. Ia dapat menjadi industri yang berorientasi pada ekspor, namun di dalamnya diperlukan perencanaan terpadu antara beberapa instansi. Redaksi
Hari Depan Ekonomi Pancasila
Nono Anwar Makarim, Partner pada Konsultan Hukum dan Pengacara Makarim & Taira S.
Belakangan ini muncul pemikiran tentang Ekonomi Pancasila, yang dikatakan juga sebagai bentuk yang cocok untuk Indonesia. Diskusi tentang ini, sekarang sedang berkembang.
Sebetulnya di sini ada dua konsep yang belum matang dan sulit dijernihkan yakni Ekonomi Pancasila dan bentuk yang cocok buat Indonesia.

Kita Masih Memikirkan Kemantapan
Sutopo Juwono, Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas)
Ada dua pola pokok konflik di dunia dewasa ini, yang akan terus berjalan hingga lima sampai sepuluh tahun mendatang. Yang pertama adalah konflik dengan pola pokok Barat-Timur, dan yang kedua Utara-Selatan.

Industri Pengolahan Hasil Pertanian,Suatu Kemungkinan
Anwar Ibrahim, Deputi Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bidang Perencanaan dan Pengendalian
Ketika saya masih menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan Industri Kimia dahulu, pada waktu kita membuat perencanaan industri kimia, secara sadar kita memang mengarah secara bertahap kepada industri berorientasi ekspor. Tetapi untuk mencapai industri yang berorientasi pada ekspor itu, harus ada prinsip skala ekonomis. Di sini ditemui banyak faktor, yakni pemasaran, masalah bahan baku, tenaga yang terampil. Industri yang mencapai skala ekonomis itu pada umumnya adalah industri yang bermodal dan berkapasitas besar, padat modal dan dengan teknologi tinggi.
