Prisma

Melihat Kembali Ranah Minang

A.A. Navis (ed.), Dialektika Minangkabau dalam Kemelut Sosial dan Politik, (Padang: Penerbit Genta Singgalang Press, Cetakan Pertama, 1983), 186 halaman.

Dari sudut penelitian akademis, studi tentang Minangkabau telah banyak dilakukan oleh para ahli. Dan satu hal yang nampak ialah bahwa Minangkabau—sebagai sasaran studi—sekarang ini telah bersifat internasional. Padanya diterapkan bermacam-macam pendekatan teoritis dari berbagai macam disiplin ilmu: ilmu politik, antropologi, sosiologi maupun sejarah. Schrieke dan Josselin de Jong, keduanya dari Belanda, merupakan pelopor studi Minangkabau setelah Perang Dunia II. Disusul kemudian oleh beberapa ahli dari Amerika Serikat, Swiss, Kanada dan Jepang, di samping dari bangsa Indonesia sendiri, salah satu di antaranya karya Mochtar Naim (1975) berjudul Merantau: Minangkabau Voluntary Migration.

Anda dapat membaca versi lengkap Artikel edisi ini di LP3ES-Prisma Digital format cetak maupun e-magazine.

Untuk melakukan pemesanan dapat melalui link berikut: LP3ES-Prisma Digital

Bagikan